Januari-April, Gran Max Masih “Ketendang” Suzuki Carry

Januari-April, Gran Max Masih “Ketendang” Suzuki Carry
Pikap Suzuki New Carry yang diluncurkan di IIMS 2019 diharapkan menjadi penopang gerak roda perekonomian negeri - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari – April lalu pasar kendaraan niaga ringan pikap di Indonesia merosot hingga 13%. Kendati demikian, pikap Suzuki Carry masih merajai segmen ini.Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) berbicara, di rentang waktu empat bulan pertama itu, penjualan pikap Suzuki Carry secara ritel atau dari diler konsumen sebanyak 15.425 unit.

“Pikap Carry masih menjadi market leader, dengan pangsa pasar yang masih sekitar 50%. Penguasaan market share ini stabil dan konsisten, karena di tahun 2017, market share kami 45%, dan tahun berikutnya 49%,” tutur 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil sales (SIS), Makmur, saat dihubungi akhir pekan lalu.

Makmur menyebut, sebagai kendaraan penopang bisnis, pikap Carry tidak terpengaruh isu-isu di luar bisnis seperti pemilihan umum. Pasalnya, dalam kondisi seperti apapun selama bisnis masih berjalan maka permintaan kendaraan – khususnya pikap – akan tetap terjadi.

Kapasitas angkut Pikap Suzuki Carry versi baru mencapai 1 ton dengan bak yang lebih luas dan lebih panjang – dok.Motoris

“Apalagi, pikap ini merupakan kendaraan yang menopang kegiatan bisnis seperti perdagangan, pertanian, dan sebagainya. Kalau kita lihat, kan sektor-sektor ini masih terus berjalan dengan baik,” kata dia.

Meski begitu, Makmur mengakui di bulan Maret ada sedikit penurunan. Namun, hal itu bukan dikarenakan minat yang menurun terhadap pikap Carry tetapi lebih dikarenakan pasokan. “Itu penurunan) relatif kecil (di bawah 2%). Kan versi lama diskontinyu (tak diproduksi lagi, sehingga pasokan berhenti). Kita baru luncurkan Carry Pickup versi baru di IIMS (Telkomsel Indonesia International Motor Show 2019), 25 April lalu. Dan di sini (IIMS) pemesanan Carry sebanyak 454 unit,” ujarnya.

Sementara itu, pesaing Carry yakni pikap Daihatsu Gran Max di kurun waktu yang sama hanya terjual 12.065 unit. Artinya, pikap andalan Daihatsu Indonesia itu masih “ketendang” Suzuki Carry. Penjualannya anjlok 11% dibanding periode sama tahun 2018 lalu.

Pikap Daihatsu Gran Max – dok.Istimewa

“Memang, kalau kami hitung, ada penurunan sebesar 11% untuk pikap Gran Max ini. Tetapi kalau dibanding penurunan pasar, kami masih lebih bagus. Karena pasar di saat yang sama turun 13%,” ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, di sela acara buka puasa bersama di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Sementara itu, pikap Isuzu Traga yang dijajakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih jauh di bawah Carry dan Gran Max. Data yang diperolwh Motoris menunjukan, penjualan pikap ini dari pabrik ke diler atau wholesales  per Maret sebanyak 1.251 unit. Sedangkan penjualan secara ritel sebanyak 1.131 unit. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This