Pengusaha Minta Pemerintah Tak “Grusa-grusu” Luncurkan Bus Trans Jawa

Pengusaha Minta Pemerintah Tak “Grusa-grusu” Luncurkan Bus Trans Jawa
Ilustrasi Bus SHD milik PO SAN Putera Sejahtera - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Para pelaku usaha angkutan bus meminta pemerintah menyiapkan secara matang dan ekosistem angkutan bus yang bakal mendukung layanan bus premium Trans Jawa. Pemerintah diminta untuk tidak grusa-grusu alias tegesa-gesa sebelum meluncurakknya 27 Mei nanti.

“Jangan grusa-grusu dengan konsep yang tidak jelas. Kalau pemerintah serius, untuk bus trans Jawa mulai dari terminal induk keberangkatan dan tujuan (feeder bus) mustinya diberi space parkir khusus agar perbedaan (dengan bus reguler), dan diakomodir untuk penumpang yang akan naik dan turun di tengah (feeder hub),” tutur Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, kepada Motoris, melalui pesan elektronik, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, standar layanan seperti itu penting diakukan, bukan sekadar untuk memberi kemudahan dan kenyamanan penupang yang turun di tujuan akhir saja. Tetapi, juga penumpang yang turun di titik-titik tertentu sesuai tujuan mereka.

“Karena seperti dinyatakan, bus trans Jawa ini berangkat dari Jakarta ke Surabaya. Dan penumpang yang akan turun di kota-kota yang di sepanjang jalur trayek itu akan diturunkan di rest area. Kemudian mereka itulah yang akan diangkut oleh bus feeder yang disiapkan oleh PO (Perusahaan Otobus),” kata Lesani.

Ilustrasi Tol Ngawi-Kertosono – dok.PUPR/ivoox.id

Memang, lanjut Lesani, pemerintah mengatakan akan terus melakukan penyempurnaan setelah tanggal 27 Mei mendatang layanan bus premium itu diluncurkan. Namun, jika masih setengah-setengah justeru akan memberi kesan ketidaksiapan sistem layanan angkutan ini.

“Jadi, jangan grusa-grusu. Siapkan dulu secara jelas dan matang. Baru dijalankan,” ucap dia.

Sebelumnya, Jumat (17/5/2019) Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, memastikan layanan bus Trans Jawa akan diluncurkan 27 Mei nanti. Penumpang turun di tujuan sebelum tujuan akhir Surabaya akan diturunkan di rest area, dan selanjutnya diangkut oleh bus pengumpan (feeder) ke tujuan akhir mereka.

“Nanti akan ada feeder dari perusahaan otobus yang standby di tempat pemberhentian tersebut. Sehingga penumpang yang turun, misalnya di Tegal, akan ada yang mengangkut ke Tegal,” ujarnya di Jakarta.

Soal tarif, pemerintah meminta perusahaan otobus menghitung sendiri. Namun, tarif itu diminta tak melebihi tarif kereta api. “Kalau tarifnya tidak melebihi tarif kereta, akan bersaing,” ucap Yani. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS