Sisihkan Pesaing, Truk Medium Hino Rebut 62,42% Pangsa Pasar

Sisihkan Pesaing, Truk Medium Hino Rebut 62,42% Pangsa Pasar
Truk Hino New Ranger di areal pertambangan - dok.HMSI

Jakarta, Motoris – Sepanjang empat bulan pertama atau Januari-April lalu, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) membukukan penjualan sebanyak 10.528 unit.Dari jumlah tersebut, 6.077 unit diantaranya merupakan medium duty truck Hino Rangers.

Seperti diungkapkan Direktur Promosi dan Penjualan HMSI, Santiko Wardoyo, Kamis (23/5/2019), penjualan Hino sebanyak itu telah mengantarkannya merebut 62,46% pangsa pasar di segmennya. “Ini membuktikan kepercayaan customer kepada truk Hino (khususnya medium truck Hino Ranger) , dan terus menjadi market leader selama 19 tahun terakhir,” kata dia.

Sedangkan penjualan light duty truck atau truk ringan di kurun waktu tersebut tercatat sebanyak 4.409 unit. Jumlah ini seatara dengan 21% pangsa pasar. Sebuah jumlah yang lumayan.

“Penjualan kami di segmen light duty truck ini juga terus naik di setiap tahun,” kata Santiko.

Ilustrasi truk Hino di diler Cilincing – dok.Motoris

Sedangkan di segmen truk berat atau heavy duty truck, Hino mencatatkan penjualan sebanyak 42 unit. Segmen ini memang terbilang sebagai ceruk pasar yang kecil.

Tetapi yang pasti, secara umum, penpacaian Hino di sepanjang catur wulan pertama 2019 itu cukup menggembirakan. Pasalnya, di saat yang sama – seperti terekam dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) – penjualan kendaraan komersial (mulai dari pikap, truk kecil hingga berat, dan bus – hanya 30.855 unit.

Jumlah itu susut 16% dibanding periode sama tahun lalu. Situasi dan kondisi menjelang dan selama pemilihan umum menjadikan kalangan pelaku usaha yang merupakan penyerap kendaraan komersial bersikap menunggu.

Sebagian dari truk Hino yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Terlebih di saat yang sama, harga komoditas baik perkebunan (khususnya Crude Palm Oil atau CPO) dan pertambangan batubara juga menyusut. “Tetapi, kami optimis, di semester dua, kondisi akan kembali normal dan penyerapan kendaraan komersial kembali naik,” ujar Santiko. (Mul/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This