Meski Ramping, Pasar Double Cabin Masih Seksi

Meski Ramping, Pasar Double Cabin Masih Seksi
Pikap Double Cabin Chevrolet Colorado varian High Country di IIMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Ceruk pasar pikap kabin ganda atau double cabin di Indonesia meski terbilang kecil – yakni kurang dari 2% dari total penjualan kendaraan roda empat atau lebih – namun terus tumbuh, bahkan di tahun 2019 ini. Selain sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi, penyerap kendaraan komersial ini adalah para pehobi.

“Segmen pasar double cabin ini masih sekitar 1,5-1,6% dari total pasar kendaraan bermotor roda empat (atau lebih) di Indonesia. Tetapi terus ada permintaan. Karena ini termasuk kendaraan komersial yang digunakan sebagai kendaraan operasional, terutama di pertambangan atau perkebunan. Selain itu di proyek infrastruktur (konstruksi),” papar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi, di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Hanya memang, dinamika pasar segmen pikap kabin ganda ini juga paralel dengan kondisi bisnis pertambangan, perkebunan, dan konstruksi tersebut. “Kalau konsumen di segmen hobi kecil sekali. Iya memang ada tetapi kecil sekali. Tahun ini, kalau melihat pertumbuhan ekonominya 5,2% dan tren harga komoditas, kemungkinan masih (double cabin) sama dengan tahun lalu,” kata Jongkie.

Ilustrasi Mitsubishi Strada Triton yang juga memiliki anggota komunitas pemilik yang cukup banyak jumlahnya , hadir di IIMS 2019 – dok.Motoris

Data Gaikindo menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu double cabin Mitsubishi Strada Triton menjadi jawara di segmen ini. Dia berhasil menggenggam 56,59% pangsa pasar, dengan total penjualan 8.902 unit.Jumlah itu meningkat 22,67% dibanding tahun 2017 yang sebanyak 7.257 unit.

Sedangkan Toyota Hilux berada di posisi kedua. “Penjualan Hilux bagus. Ki kuartal pertama kami meraih 30% pangsa pasar. Semester kedua ini pasar akan lebih bagus,” kata Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto saat ditemui di sela acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, belum lama ini.

Ilustrasi, pikap Isuzu D-Max yang juga ditujukan untuk sektor perkebunan dan pertambangan – dok.Motoris

Isuzu D-Max berada di urutan ketiga.Hanya, penjualan pikap double cabin Isuzu itu jeblok. Jika di tahun 2017 masih sebanyak dari 1.291 unit, tahun 2018 hanya 528 unit.

Datang dan pergi

Selain menorehkan catatan kinerja yang bagus dari sejumlah merek, segmen ini juga mencatatkan sisi “gelap”. Beberapa merek double cabin meninggalkan pasar Indonesia dan memilih berhenti.

Setelah Ford Ranger yang dijajakan PT Ford Motor Indonesia hengkang dari pasar Indonesia pada tahun 2016 lalu, kini giliran Mazda BT-50 tak diniagakan lagi oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI).

Seperti diungkapkan Presiden Direktur EMI, Ricky Thio, impor Mazda BT-50 sudah disetop sejak 2018 lalu.“Untuk saat ini kami fokus ke penjualan kendaraan penumpang dulu,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/5/2019).Kendati begitu, beberapa merek justeru  ingin kembali menggenjot penjualan kabin ganda.

PT General Motos Indonesia misalnya, di ajang Telkomsel Indonesia International otor Show (IIMS) 2019 yang berlangsung 25 April – 5 Mei lalu misalnya, kembali menyuguhkan Chevrolet Colorado terbaru.Ada dua varian yang ditawarkan yakni Colorado 2.5VL AT dan Colorado 2.8 High Country 4×4 AT.

Tampilan belakang Chevrolet Colorado High Country di IIMS 2019 – dok.Motoris

Masing-masing dibanderol Rp 441 juta dan Rp 545 juta. “Unitnya sudah ready Pak, tidak perlu menunggu lama impor dari Thailand,” kata petugas penjualan di booth Chevrolet di IIMS 2019.

Sementara Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) diperkirakan meluncurkan versi anyar Triton pada Juli nanti. Kemungkinan besar peluncuran dilakukan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Juli nanti.

“Ya segera, mudah-mudahan di semester kedua tahun ini,” kata Head of Sales & Marketing Group MMKSI Imam Choeru Cahya yang dihubungi belum lama ini. (Fan/Mul/Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This