Distribusi Sempat Turun, Ritel Avanza Ngegas Terus

Distribusi Sempat Turun, Ritel Avanza Ngegas Terus
New Toyota Avanza yang dilucurkan 15 Januari 2019 - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Sepanjang bulan Mei kemarin Toyota Avanza membukukan penjualan ritel sekitar 7.500-an unit, atau naik signifikan dibanding bulan April yang sebanyak 6.800-an unit, dan bahkan Maret yang 6.476 unit. Namun, tak demikian dengan penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler.

Data yang dilansir PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukan, berbeda dengan penjualan secara ritel yang terus menanjak dari bulan ke bulan, wholesales. Fakta berbicarasepanjang Maret jumlah unit Avanza yang didistribusi (wholesales) masih sebanyak 8.538 unit. Pada bulan berikutnya, jumlahnya melonjak menjadi 9.100-an unit.

Tapi, jumlah unit yang terdistribusi selama April itu terkoreksi di bulan Mei. Sepanjang bulan kelima itu, Avanza yang didistribusikan menciut, hanya 7.300-an unit.

“Ini terjadi karena kita memang sengaja menyiapkan stok lebih awal, melalui wholesales di bulan April. Mengapa? Karena banyak pembeli yang ingin menerima kendaraan mendekati lebaran. Atau di atas tanggal 20 Mei. Walaupun mereka memesannya di bulan April,” kata Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi Motoris, Rabu (12/6/2019).

New Toyota Avanza dan Avanza Veloz  – dok.Istimewa

Terlebih, lajut dia, pada April itu juga ada hajatan Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang berlangsung 25 April – 5 Mei. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, gelaran ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk berburu kendaraan baru.

“Apalagi, momennya pas mendekati lebaran,” ucap Soerjo.

Strategidengan memacu distribusi atau wholesales di bulan April itu cukup tokcer. Terbukti, ketika penjualan ritel melonjak, stok pun sudah tersedia. Walhasil, para pembeli yang ingin menggunakan mobilnya untuk levaran tak harus menunggu lama.

Varian mesin 1.3
Catatan menarik dalam rekam jejak penjualan Toyota Avanza hingga saat ini adalah, dominasi varian bermesin 1.3 liter. Catatan ini masih termasuk di New Avanza yang diluncurkan 15 Januari lalu itu.

Kontribusi varian tersebut dalam total penjualan mencapai lebih dari. “Komposisi Avanza 1.3 itu sekitar 75% dari total penjualan. Dan yang paling banyak (dari total penjualan varian 1.3) adalah, Avanza 1.3G, yaitu 65%,” terang Soerjo.

Fakta tersebut, lanjut Soerjo,  membuktikan bahwa konsumen terbanyak di segmen low MPV adalah mereka yang memang berdaya beli untuk varian 1.3 liter. Selain harga, pertimbangan mereka adalah ongkos atau biaya operasional, yakni biaya untuk pembelian bahan bakar.

Terlebih, lanjut Soerjo, dengan mesin 1.3 liter, Toyota menawarkan Avanza terbukti sudah mumpuni. Selain irit BBM, tenaganya juga tak ngempos.

Toyota Avanza saat diajak melibas genangan air di Toyota Driving Experience – dok.PT TAM

“Kehadiran varian 1.3 dan 1.5 baik di Avanza maupun Veloz itu didasari riset yang mendalam tentang peta pasar, siapa saja yang menjadi target potensial untuk dibidik dan berapa banyak dari total pasar khususnya di low MPV. Bagaimana kemampuan daya beli mereka, serta seperti apa makro ekonomi yang melingkupinya,” kata Soerjo beberapa saat sebelumnya.

Pernyataan ini diamini Branch Manager Toyota Nasmoco wilayah Magelang, Kebumen, Purworejo, Unky Raharjo. Menurutnya, masyarakat konsumen di wilayah kerja diler resmi Toyota itu, justeru banyak yang memilih varian 1.3 bertransmisi manual. Porsinya, hingga sekitar 70%.

Toyota Avanza versi terbaru atau versi facelift yang diluncurkan 15 Januari 2019 – dok.Motoris

“Tentu saja alasannya irit bahan bakar, harga lebih murah. Dan transmisi manual itu lebih bisa dirasakan feel-nya, dan enak untuk bermanuver di kondisi jalan daerah yang naik turun, atau bahkan jalan kurang bagus. Apalagi, jalanan di daerah kan tidak macet seperti di Jakarta,” kata dia saat dihubungi. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This