Tersundul Lebaran, Penjualan Calya Naik Lumayan

Tersundul Lebaran, Penjualan Calya Naik Lumayan
LCGC 7 kursi penumpang Toyota Caya di IIMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang bulan Mei lalu penjualan kendaraan bermotor roda empat hemat energi dengan harga terjangkau (KBH2) atau mobil murah ramah lingkungan (LCGC) disebut meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk berlebaran. Terlebih, pada saat yang sama industri keuangan – lembaga pembiayaan kredit – juga dalam kondisi stabil.

Salah satu LCGC yang terekam membukukan kenaikan penjualan dalam volume yang lumayan adalah Toyota Calya. Data yang dilansir PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukan, selama April, wholesales – penjualan dari pabrik ke diler – LCGC itu masih sebanyak 3.400-an unit, dan penjualan ritel sebanyak 4.500-an unit.

Sementara di bulan Mei, penjualan Calya ke diler tercatat sebanyak 3.800-an unit. Namun, penjualan ritel atau dari diler ke konsumen mencapai 5.800-an unit. “Artinya, penjualan riil langsung ke konsumen mengalami lonjakan yang cukup lumayan dibanding bulan April yang sebanyak 4.500-an unit,” tutur Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi, Kamis (13/6/2019) kemarin.

Calya, LCGC tujuh penumpang atau MPV segmen entry level – dok.Motoris

Kenaikan penjualan ritel yang lumayan juga dibukukan Avanza. Low MPV Toyota ini terjual 7.500-an unit di bulan kelima tersebut. Angka ini meningkat sekitar 700-n unit dibanding penjualan ritel selama April yang sebanyak 6.800-an unit.

Peran leasing
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menilai wajar jika di bulan menjelang lebaran penjualan mobil – khususnya segmen LCGC dan Low MPV- meningkat. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata Jongkie, menunjukan, masyarakat terutama yang belum memiliki mobil, berusaha keras untuk menabung guna membeli mobil.

“Apalagi, ada THR atau bonus dari tempat mereka bekerja sehingga bisa digunakan sebagai DP (down payment/uang muka kredit). Apalagi, leasing (lembaga pembiayaan) kinerja di awal tahun ini juga bagus kabarnya. Jadi pas, masyarakat butuh pembiayaan, leasing juga berkepentingan menyalurkan pembiayaan,” paparnya saat dihubungi, Kamis (13/6/2019).

Tren kenaikan penjualan menjelang lebaran, kata dia, tak hanya dialami satu mereka (Toyota) saja, tetapi juga lain. Mobil yang penjualannya naik juga bukan hanya LCGC, tetapi juga low MPV. “Angka persisnya saya tidak hafal. Tetapi, trennya naik di atas 10%,” ucap Jongkie.

Ilustrasi, Daihatsu Sigra, LCGC Daihatsu – dok.Motoris

Soal stabilnya kondisi lembaga pembiayaan sehingga memicu upaya penyaluran kredit juga diakui Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPBI) Suwandi Wiratno. “Selama kuartal pertama bagus kok (kinerja). NPF (Non Performing Financing/kredit macet) 2,7%, ini turun dibanding kuartal pertama 2018 yang sebesar 3,25%. Jadi leasing juga memacu penyaluran pembiayaan,” tutur Suwandi saat dihubungi, Jumat (14/6/2019).

Dia menyebut, selama rentang waktu tiga bulan pertama itu, penyaluran pembiayaan meningkat 5,17% dibanding periode sama tahun lalu. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan, penyaluran pembiayaan di kurun waktu ini tercatat senilai Rp 440,87 triliun, yang disalurkan ke berbagai kredit antara lain otomotif. (Fan/Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS