Di Tengah Himpitan, Penjualan Innova Masih Lumayan

Di Tengah Himpitan, Penjualan Innova Masih Lumayan
Toyota Kijang Innova - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski menghadapi tantangan berupa himpitan kondisi perekonomian nasional yang meleset dari proyeksi serta kondisi politik terkait prosesi pemilihan umum, namun kinerja penjualan MPV medium Toyota Innova terbilang masih lumayan. Prestasi di sepanjang kuartal pertama sebagai salah satu dari mobil terlaris, berlanjut hingga Mei.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang waktu tiga bulan pertama – Januari hingga Maret – atau kuartal pertama tahun ini, MPV Toyota itu tercatat menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia. Dia berada di urutan keempat.

Dia berada di bawah Avanza yang terjual 19.806 unit, Mitsubishi Xpander 19.355 unit, dan Toyota Rush yang laku 14.736 unit. Toyota Innova di kurun waktu itu membukukan penjualan sebanyak 14.601 unit.

Dengan pejualan sebanyak ini, Innova mengungguli Daihatsu Sigra yang terjual 13.760 unit, Honda Brio Satya yang laku 13.006 unit, serta Toyota Calya yang terjual 10.599 unit. Bahkan di bulan Mei kemarin, penjualan Innova juga naik dibanding penjualan selama April.

Ilustrasi, Toyota Innova yang diangkut mobil gendong – dok.TMMINToyota Innova yang diekspor – dok.TMMIN

Data internal PT Toyota Astra Motor (TAM) atau Quick Report TAM menunjukan, penjualan secara ritel atau dari diler ke onsumen di bulan Mei sebanyak 4.800-an unit. Angka ini lebih banyak sekitar 700-an unit dibanding April yang sebanyak 4.100-an unit.

“Kebutuhan masyarakat untuk (sarana mobilitas atau transportasi) lebaran cukup memberi dampak ke (penjualan) Innova,” tutur Executive General Manager PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi, Jumat (14/6/2019).

Capaian tersebut, kata Soerjo, terbilang lumayan di tengah kondisi makro ekonomi nasional yang juga masih menghadapi tekanan ekonomi global, salah satunya masih berlangsungnya perang dagang Amerika Serikat-Cina, dan kondisi politik. “Jangan lupa, ada momen Pilpres (pemilihan presiden), dimana calon konsumen masih wait and see, saat itu,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan sepanjang kuartal pertama pertumbuhan ekonomi nasional meleset dari proyeksi karena ada sejumlah kendala.

Ilustrasi, Toyota Innova Venturer – dok.Istimewa

“Kendala tersebut, turunnya pertumbuhan ekonomi global, masih berlangsungnya perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Selain itu harga minyak dunia juga belum stabil,” ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Di kurun waktu itu, pertumbuhan ekonomi tercatat hanya 5,07%, atau di bawah proyeksi yang sebesar 5,2%. (Mul/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This