Pengamat Ungkap Cara Cepat Bikin Mobnas Seperti Vietnam

Pengamat Ungkap Cara Cepat Bikin Mobnas Seperti Vietnam
Varian SUV Esemka Garuda 1 - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Indonesia perlu menggaet prinsipal otomotif dunia skala besar untuk membuat mobil nasional (mobnas). Tanpa itu, pengembangan mobnas akan menemui tantangan berat, seperti penguasaan teknologi, daya tahan produk, dan biaya pengenalan merek yang membutuhkan dana besar.

Pengamat otomotif Mukiat Sutikno menuturkan, Indonesia pernah memiliki mobnas merek Timor pada era 1990-an. Namun, Timor tumbang begitu krisis moneter terjadi.

Mitra Timor, Kia asal Korea Selatan (Korsel), juga rontok dihantam krisis. Buntutnya, Kia diakusisi oleh Hyundai dan mampu bertahan hingga kini dengan berbagi sasis dan teknologi.

Proton, mobnas asal Malaysia, juga mampu eksis lantaran bermitra dengan Mitsubishi, salah satu pemain otomotif kuat Jepang.

SUV di jajaran mobil nasional Vietnam Lux SA 2.0 yang dibuat oleh Vinfast diluncurkan Jumat 14 Juni 2019 – dok.VNExpress

Namun, dia menerangkan, karena kalah bersaing dengan pemain Jepang di regional, sebagian saham Proton diakuisisi raksasa otomotif Tiongkok, Geely. Proton pun akhirnya bisa memiliki SUV, model yang tengah digandrungi, berbasis Geely Boyue. Ini merupakan SUV pertama Proton dan bakal menjadi andalan mobnas asal Malaysia itu.

“Kisah Volvo juga demikian. Mobnas Swedia itu akhirnya diakusisi Geely yang sangat diuntungkan oleh akuisisi itu lantaran mendapatkan transfer teknologi,” papar Mukiat di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dia mengatakan hal tersebut menanggapi peluncuran mobnas Vietnam bernama Vinfast. Dalam proyek ini, Vinfast menggandeng prinsipal dan pemasok komponen skala global, seperti BMW dan Bosch. Vinfast juga menggaet Jim Deluca, mantan eksekutif General Motors (GM) sebagai CEO.

Proton X70 Mobnas Malaysia buatan Proton dan Geely, resmi diluncurkan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad 12 Desember 2018 – dok.Paultan

Indonesia sebenarnya sudah memiliki cikal bakal mobnas bermerek Esemka. Namun, hingga kini Esemka belum diproduksi massal.

Mukiat melanjutkan, membuat suatu produk otomotif bukan perkara mudah. Proyek ini membutuhkan rantai pasok solid dan modal besar. Dari sisi produk, tidak bisa asal comot untuk membangun mobil, melainkan wajib memperhitungkan faktor aerodinamika.

Oleh sebab itu, dia menilai wajar mengambil Deluca sebagai CEO. Mukiat yang pernah menjadi CEO GM Indonesia menilai Deluca adalah sosok yang sangat paham industri otomotif.

Deluca, kata dia, pasti menerapkan standar GM saat membuat mobil. Itu artinya, SUV Vinfast yang baru dirilis sudah menjalani pengujian 25 ribu kilometer untuk mengetahui daya tahan produk.

Model hatchback dari mobil nasional Vietnam yang diproduksi oleh Vinfast – dok.Baomoi

Selepas peluncuran, dia menerangkan, Vinfast membutuhkan waktu sedikitnya dua tahun untuk membuktikan keandalan produk. Dalam periode ini, mobil jangan sampai bermasalah agar tidak mencoreng citra merek.

Proyek mobnas, kata Mukiat, juga membutuhkan dukungan pemerintah. Hanya saja, dukungan ini jangan melanggar aturan WTO, karena pasti akan diprotes pemain asing yang sudah berinvestasi besar di negara terkait. (Gbr)

CATEGORIES
TAGS
Share This