Lee Iacocca, Pemoles Ford dan Penyelamat Chrysler (bagian 2)

Lee Iacocca, Pemoles Ford dan Penyelamat Chrysler (bagian 2)
Lee Iacocca saat memperlihatkan salah satu produk adalah Chrysler yakni Dodge Viper Sport - dok.Istimewa via Transports Topic

Los Angeles, Motoris – Keberhasilan Lee Iaccoca dalam membawa Ford Motor Company sebagai pabrikan yang diperhitungkan di Amerika Serikat dan dunia, menjadikan namanya dikenal publik dunia. Dia benar-benar menjadi seorang selebriti di dunia otomotif  yang disegani di planet bumi.

Hanya, perjalanan karir itu ternyata tak selamanya berlangsung mulus. Pada tahun 1978 atau setelah delapan tahun menduduki jabatan tertinggi di Ford, dia dipecat pemilik sekaligus pendiri perusahaan, Henry Ford. Alasannya, Henry merasa sudah tidak ada titik temu dengan Lee dalam visi dan arah kebijakan perusahaan.

“Aku memulai hidup di dunia sebagai anak pasangan imigran yang berusaha keras menjadi presiden Ford Motor Company. Akhirnya, aku sampai di sana (menjadi pemimpin tertinggi). Ternyata takdirku berkata lain, dia (takdir) mengatakan kepadaku: Tunggu., aku belum selesai denganmu. Sekarang kalian tahu, bagaimana rasanya aku ditendang keluar dari Gunung Everest! (puncak tertinggi karir di Ford),” tulis Lee dalam buku Iacocca: An Autobiography yang terbit tahun 1984.

Peristiwa tragis ini teryata tak serta merta membuat Lee patah arang. Baginya, dunia tak akan kiamat hanya gara-gara persaoaln itu. Sebaliknya, ia menganggap justeru ada berkah terselubung dibalik musibah ini. Dia merasa Tuhan telah menunjukan jalan lain menuju kesuksesan yang lebih luas dan lebih besar.

Lee tercatat memberikan ide dalam gaya desain Ford Mustang sehingga dijuluki sebagai Bapak dari Mustang – dok.Detrot Free Press

Terbukti, dua tahun berselang atau tepatnya tahun 1980, dia diminta Chrysler Corporation – sebuah pabrikan otomotif kondang lainnya di Amerika Serikat  – untuk menjadi pemimpin tertinggi. Ya, Lee diminta untuk membenahi kondisi pabrikan itu yang tengah morat-marit.

Kala itu, tak hanya manajemen pemasaran, penjualan, maupun produksi Chrysler yang “compang-camping” tetapi juga strategi yang payah dalam menghadapi persaingan keras di pasar. Padahal, di saat yang sama, pasar otomotif Negeri Paman Sam menghadapi serbuan mobil-mobil impor asal Eropa dan Asia.

Menyelamatkan Chrysler karam
Saking morat-maritnya, bapak dua anak – Lia Iococca dan Kathryn Iacocca – ini menggambarkan kondisi Chrysler saat itu tak ubahnya dengan kondisi negara Italia yang kisruh di era 1860-an. “Kondisi Chrysler tahun 1978 itu tak ubahnya kondisi Italia di dekade 1860-an. Kacau,” ungkapnya dalam otobiografi.

“Saat itu, perusahaan layaknya sekelompok bangsawan kecil, masing-masing dijalankan oleh seorang tokoh idola. Padahal, ada masalah lebih pelik: perusahaan kehabisan dana tunai, dan tidak tahu bagaimana mengisi pundi-pundi perusahaan agar kelangsungan hidup (perusahaan) terjamin,” kata dia.

Namun berkat tangan dinginnya, kondisi Chrysler bangkit. Serangkain strategi dan langkah jitu yang diterapkan Lee terbukti cespleng. Kinerja perusaaan pun kembali moncer. Bahkan pada tahun 1980, Chrysler sudah sanggup membayar utang-utangnya. Pelunasan itu dua tahun lebih cepat ketimbang tenggat yang ditetapkan.

Bahkan, lebih dari itu, Chrysler berhasil mengakuisisi perusahaan lain – AMC yang kondang memiliki merek Jeep – pada tahun 1987. Artinya, dari perusahaan morat-marit, Chrysler telah menjadi penyelamat perusahaan lain.

Lee Iacocca saat menunuukan Dodge 400, salah satu model unggulan Chrysler – dok.Getty Image via The Drive

Pujian pun tak henti mengalir kepada Lee. Namun, itu tak membuatnya lupa diri. Dia terus melakukan serangkaian terobosan dan menjadikan Chrysler sebagai salah satu pabrikan terbesar di Amerika dan bahkan dunia. Anak penjual hotdog ini akhirnya dengan lega meninggalkan Chrysler secara terhormat alias pensiun pada tahun 1992.

Setelah itu, dia mengisi masa-masa hari tuanya dengan berbagai kegiatan amal dan menulis buku. Hingga di suatu pagi, Selasa, 2 Juli 2019, Sang Khalik memanggilnya. Dia berpulang di usia 94 tahun dengan dengan tenang. Selamat jalan “Vostra Maesta Lee Iacocca”. (Ara/Berbagai sumber)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This