Regulasi Belum Terbit, Outlander PHEV Dijual Rp 1,2 – 1,3 M

Regulasi Belum Terbit, Outlander PHEV Dijual Rp 1,2 – 1,3 M
Mitsubishi Outlander PHEV akhirnya resmi diperkenalkan dan dijual di Indonesia setelah pada tahun 2014 lalu dipamerkan di gelaran IIMS 2014 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sudah memperkenalkan dan segera menjual SUV Mitsubishi Outlander Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan estimasi harga Rp 1,2 – 1,3 miliar. Harga tersebut masih mengacu ke ketentuan umum yang ada saat ini, pasalnya regulasi soal mobil terelektrifikasi (termasuk hybrid, PHEV, dan listrik murni) belum terbit.

“Iya memang estimasi harga ini masih mengacu kepada ketentuan yang ada saat ini. Sehingga, soal Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), impor duty, Pajak Penghasilan (PPh pasal 21) dan lainnya yang merupakan komponen-komponen pembentuk harga masih seperti yang ada saat ini,” ungkap Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, usai pengenalan Outlander PHEV di Jakarta, Selasa (9/7/2019) malam.

Padahal, seperti yang diungkapkan berbagai kalangan di pemerintahan – terutama Kementerian Perindustrian – melalui regulasi yang ditetapkan, pemerintah akan memberikan insentif yang bisa “memangkas” besaran harga. Namun, MMKSI tetap akan menjualnya.

Seperti dikatakan Irwan, MMKSI tetap akan menjualnya di tanah Air. Untuk tahap awal, akan dijual di 12 jaringan penjualan di Jabodetabek serta dua diler di Bali.“Sekarang, bagi yang berminat sudah bisa memesannya. Pengiriman akan dilakukan sebelum bulan November (2019) nanti,” kata dia.

Prosesi pengenalan Outlander PHEV di Jakarta, 9 Juli 2019 – dok.Motoris

Proses kehadiran Outlander PHEV di pasar otomotif Indonesia juga terbilang tak begitu tiba-tiba. Melainkan melalui perjalanan panjang, yakni dimulai di hajatan  Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014. Nmun, dia harus menjalani uji tipe yang prosesnya dilakukan oleh pemerintah.

Salah satunya, soal perlengkapan pendukung seperti ban cadangan. Sementara, di Outlander PHEV ini tak ada ban cadangan karena ruang untuk ban serep tersebut digunakan sebagai tempat baterai motor listrik.

Soal keberadaan ban cadangan, Head of PR & CSR Dept PT MMKSI Aditya Wardani yang dihubungi Rabu (10/7/2019) menyatakan Outlander PHEV menggunakan perangkat lain untuk menggantikannya. “Menggunakan tire repair kit sebagai penggantinya. Ini sudah uji tipe dan lolos sehingga laik jalan, karena sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah (Kementerian Perhubungan),” kata dia.

Fasilitas pengecasan
Sementara itu, Presiden Direktur PT MMKSI, Naoya Nakamura menyatakan pihaknya akan membangun fasilitas tempat pengisian baterai motor listrik alias tempat pengecasan di lokasi strategis. Sehingga, kenyamanan pengguna mobil ini juga terjamin.

“Kami akan membangunnya di diler-diler dan pusat-pusat perbelanjaan,” kata Nakamura.

Ilustrasi, Skema teknologi PHEV pada Outlander – dok.Motoris

Dia menyebut, SUV yang berteknologi plug-in hybrid tersebut cocok dengan kondisi di Indonesia yang belum banyak memiliki infrastruktur pengisian daya atau pengecasan baterai listrik. Pasalnya, sistem pada mobil ini memungkinkan mesin konvensional akan mengisi daya baterai (self charging) ketika daya baterai mobil habis.

SUV ini dibekali mesin konvensional berbahan bakar bensin 2.4 liter DOHC MIVEC yang bertenaga 166 hp dan torsi 211 Nm. Sedangkan dua motor listrik yang dikombinasikan ke mesin tersebut, masing-masing bertenaga 80 hp dan torsi 137 Nm, serta 93 hp dengan torsi 195 Nm. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This