Solusi dari Jokowi untuk Atasi Polusi Jakarta

Solusi dari Jokowi untuk Atasi Polusi Jakarta
Ilustrasi, arus lalu-lintas dari Jalan Sudirman menuju Bundaran HI Jalan Thamrin - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Pekan lalu masyarakat Jakarta dibikin heboh oleh kenyataan bahwa udara yang dihirupnya setiap hari ternyata memiliki kualitas yang buruk. Fakta tersebut terungkap, berdasarkan data yang dirilis perusahaan teknologi pemilik aplikasi pemantau tingkat polusi udara, AirVisual.

Akhir pekan kemarin, AirVisual menyatakan Air Quality Index (AQI) ibu kota Indonesia di angka 195. AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah dengan rentang nilai 0 sampai 500.

Bila nilai yang didapat semakin tinggi, tandanya polusi udara di wilayah itu pun tergolong mengkhawatirkan. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berbahaya.

Artinya, Jakarta memiliki kualitas udara tidak sehat. AirVisual pun merekomendasikan kelompok masyarakat yang masih bayi dan anak kecil untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Ilustrasi polusi dari asap kendaraan bermotor – dok.RAC

Tak hanya Jakarta, AirVisual juga menilai secara keseluruhan kualitas udara di Indonesia mengkhawatirkan. Indonesia masuk dalam grup delapan negara-negara dengan udara paling tercemar di dunia. Peringkat pertama ditempati Bangladesh, diikuti Pakistan, India, Afganistan, Bahrain, Mongolia, Kuwait, Nepal, Uni Emirat Arab, dan Nigeria.

Buruknya kualitas udara Jakarta tidak dipungkiri sebagai gabungan dari penggunaan kendaraan bermotor yang tinggi, debu jalanan, pembakaran sampah, gas buang industri serta pembangunan konstruksi infrastruktur.

Berhubung berkantor di Jakarta dan pemerintah belum mulai mengeksekusi rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya urun rembuk memberi solusi untuk mengatasi masalah ini.

Kendaraan listrik

Jokowi menyarankan penggunaan alat transportasi berbasis listrik dalam mengatasi masalah polusi di Jakarta.“Ya. Mestinya sudah dimulai kita harus mulai segera paling tidak transportasi umum. Nanti akan saya sampaikan ke Gubernur, kalau Jakarta sudah seharusnya menggunakan bus-bus dan taksi listrik. Selain itu sepeda motor listrik juga kita sudah bisa produksi,” kata Jokowi usai menghadiri acara Batik Kemerdekaan, di Beranda Peron A Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (1/8) pagi.

Inisiatif tersebut perlu segera dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kalau tidak mau daerahnya terus digunjingkan masyarakat. Mengenai skemanya seperti apa, Jokowi menyerahkan teknisnya kepada Pemerintah Daerah.

Ilustrasi mobil listrik – dok.RusAutoNews.com

“Apakah lewat electronic road pricing yang segera dimulai sehingga orang mau tidak mau harus masuk ke transportasi massal, terserah. Tanyakan ke Gubernur,” jelas Jokowi.

Perpres Mobil Listrik
Terkait Peraturan Presiden (Perpres) soal mobil listrik itu sendiri, Jokowi mengatakan draf payung hukum tersebut belum sampai ke mejanya.

“Kalau sudah sampai di meja saya, saya tandatangani pasti,” tegasnya.

Presiden Jokowi mencoba duduk di atas jok skutik listrik Gesits – dok.Istimewa

Dia berharap jika Perpres mobil listrik sudah ditandatangani, maka pengembangan mobil listrik bisa segera dimulai.
“Kita juga bisa langsung menyiapkan infrastruktur dalam rangka menunjang mobil listrik ini. Jadi polusi dan penggunaan bahan bakar non fosil (bisa ditekan)…arahnya ke sana,” kata mantan Walikota Solo itu. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This