e-Katalog Belum Kelar, Jadwal Penjualan Mobil Pak Tani Molor

e-Katalog Belum Kelar, Jadwal Penjualan Mobil Pak Tani Molor
AMMDes di GIIAS 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Jadwal penjualan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) atau disebut sebagai “Mobil Pak Tani” yang semula ditargetkan mulai Maret ternyata harus diundurkan, dan diharapkan baru terlaksana Oktober. Urusan e-katalog yang belum kelar menjadi biang itu semua.

Seperti diungkapkan Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Distribusi (KMWD), Reiza Tristanto, e-katalog menjadi syarat penting untuk memasarkan AMMDes. Pasalnya, mobil pedesaan itu penjualannya membidik kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/PD).

“Sehingga, tanpa e-katalog tidak bisa menembus K/L/PD. Aturannya memang seperti itu, enggak mungkin kalau tanpa e-katalog. Jadi, kita mengikuti aturan juga,” papar dia di sela acara pembukaan Digimodz AMMDes, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (5/8/2019) lalu.

Memang,lanjut Reiza, selain penjualan dengan target pasar fleet seperti K/L/PD, Mobil Pak Tani juga dijual secara ritel yang enyasar individu. Namun, untuk tahap pertama pasar fleet masih menjadi prioritas mengingat merek dan model ini baru dikenalkan di Tanah Air.

Penjualan AMMDes bakal digenjot setelah diproduksi awal 2019 – dok.Motoris

Terlebih, pada tahap penetrasi ini, KMWD juga menargetkan setidaknya semua unit yang diproduksi bisa dilego. “Itu tahap penerasi seperti sekarang ini, kita siapkan kapasitas produksi sebanyak 4.000 unit. Dan kalau permintaan meningkat kita tambah kapasitas produksi,” ucap Reiza.

Kendaraan multiguna yang bermesin 650 cc satu silinder dengan tenaga hingga 14 hp itu ditawarkan dengan berbagai aplikasi. Mulai dari model reguler, mobil toko, hingga ambulans. Banderolnya Rp 70-140 jutaan.

Mesin yang diusungnya, diklaim telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik, seperti di medan off road dan berbukit. KMWD, klaim Reiza, telah melakukan uji kendaraan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, AMMDes diharapkan mampu menopang peningkatan produktivitas pertanian, perkebunan, dan perikanan.

AMMDes yang diaplikasikan sebagai mobil ambulans feeder- dok.Twitter.com

“Alat multiguna ini juga telah diuji coba di kawasan hortikultura, yakni daerah penghasil pisang di Tanggamus, Lampung yang digunakan untuk pengangkutan pisang saat panen untuk menjaga kualitasnya saat diangkut dari kebun ke packing house,” papar dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This