Honda ADV 150 Laris Manis, 60-70% Terserap di Jawa

Honda ADV 150 Laris Manis, 60-70% Terserap di Jawa
Honda ADV 150 di Bali - dok.Motoris

Badung, Motoris, – Jumlah pemesanan skutik petualang Honda ADV150 hingga Kamis (8/8/2019) mencapai 8.000 unit sejak kali pertama dirilis di pembukaan GIIAS 2019, 18 Juli 2019. Dari jumlah itu, sebanyak 1.000 unit telah dipasok ke konsumen, sedangkan sisanya menyusul dengan masa tunggu (inden) maksimal sebulan.

Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya mengatakan, sejauh ini sebanyak 60-70% penjualan dicetak di Jawa. Sedangkan sisanya luar Jawa.

Kehadiran motor rakitan Sunter, Jakarta, ini dipastikan memperkuat bisnis roda dua Grup Astra, pemegang 50% saham PT Astra Honda Motor (AHM), produsen dan distributor Honda di Indonesia. Saat ini, Honda berkuasa penuh di bisnis motor Indonesia dengan pangsa pasar 75% hasil penjualan 2,4 juta unit per Juni 2019. Pada periode itu, pasar motor mencapai 3,2 juta unit.

Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya menuturkan, produksk ADV150 Agustus 2019 mencapai 9.000 unit dan akan ditingkatkan menjadi 10 ribu unit September mendatang. Jumlah itu setara target penjualan bulanan ADV150 yang dibanderol Rp 33,5 juta untuk non-ABS dan Rp 36,5 juta ABS.

PT Astra Honda Motor menggelar Touring Honda ADV 150 di Bali dengan melibatkan media nasional – dok.Motoris

“Target penjualan ADV150 mencapai 100 ribu unit per tahun. Segmen ADV150 masih baru dan kita lihat saja perkembangan ke depan,” ujar Thomas di Kuta, Badung, Bali.

ADV150 masih difokuskan untuk dipasok ke domestik. Sebab, ADV150 berada di segmen baru, yakni skutik petualang, sehingga perlu dicermati dahulu penerimaan pasar di dalam negeri. Namun, tak tertutup kemungkinan motor ini dikapalkan ke luar negeri, mengingat Indonesia adalah basis produksi motor ini.

Thomas memastikan, segmen skutik 150 cc sangat seksi. Buktinya, Honda sanggup menjual 80-90 ribu unit skutik 150 cc dalam sebulan, yang terdiri atas Vario 150, PCX150, dan ADV150.

Honda ADV 150 diluncurkan di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih 5%, dia menegaskan, skutik seperti ini pas di kantong konsumen kelas menengah yang ingin naik kelas dari skutik 110-125 cc. Adapun segmen sport tak terlalu dilirik lantaran harganya dan karakteristiknya yang biasanya digunakan untuk solo riding.

Thomas menambahkan, target penjualan Honda tahun ini 4,6-4,8 juta unit, dibandingkan tahun lalu 4,7 juta unit. Pangsa pasar dipastikan di atas 70%. (Gbr)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This