Honda ADV150 Laris di Riau, 80% Target Tercapai dalam Sebulan

Honda ADV150 Laris di Riau, 80% Target Tercapai dalam Sebulan
Honda ADV 150 - dok.Motoris

Pekanbaru, Motoris – Penjualan skutik adventure terbaru Honda yakni Honda ADV yang diluncurkan secara nasional di hajatan GIIAS 2019, pada 18 Juli lalu, cemerlang di wilayah Riau. Meski baru sebulan, ternyata penjualan motor tersebut sudah mencapai 80% dari target yang ditetapkan.

“Kami tetapkan target 250 unit. Tetapi ternyata benar-benar melebihi ekspektasi kami. Sudah terjual 200 unit.  Dan semua unit yang dpesan ini sudah kami delivery ke customer,” papar Regional Head Riau PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) – diler utama Honda di wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Aceh – Arifin, saat ditemui di Pekanbaru, Riau, Sabtu (24/8/2019).

Pernyataan senada diungkapkan Deputy Sales CDN Riau Jonny Winata, saat ditemui di tempat yang sama. Dia menyebut, antusiasme konsumen di wilayah Riau tak lepas dari status Honda ADV yang merupakan skutik adventure pengsisi ceruk segmen baru di Indonesia atau bahkan dunia.

“Orang sudah pingin dapat skutik ini karena ada versi motor gedenya yang memiliki tampilan serupa, yaitu Honda X-ADV 750. Model ini bisa dibilang jadi impian orang, lalu muncul ADV 150. Jadi model baru ini langsung mendapat sambutan bagus,” papar Jonny.

Posisi duduk di Honda ADV150 pas, menjadikan pengendalian motor saat bermanuver lebih mudah – dok.Istimewa

Dia menyebut satu contoh tingginya minat konsumen di Riau terhadap skutik adventure itu seperti yang dialami seorang staf penjualan dan pemasaran CDN. Tak lama setelah skuik itu diluncurkan di GIIAS 2019 yang berlangsung di ICE, Serpong, Tangerang, seorang calon pembeli langsung datang ke diler dan menyatakan membeli.

“Dia ternyata seorang “penggila” modifikasi. Karena sudah lama ingin memodifikasi skutik maxi miliknya dari merek lain (selain Honda) tetapi merasa susah mewujudkan apa yang dia harapkan. Lalu, begitu tahu ada Honda ADV 150, dia langsung beli,” tutur dia.

Turun 7%
Hanya, menyinggung penjualan seluruh model Honda di wilayah Riau sepanjang Januari – Juni lalu, baik Jonny maupun Arifin menyebut menyusut 7% dibanding periode sama tahun lalu. Musababnya, harga komoditas terutama kelapa sawit yang merosot.

“Faktor harga komoditas terutama sawit, ini sangat berdampak. Kalau harganya turun, permintaan motor juga turun, termasuk yang dialami Honda. Ini terasa sekali, karena sektor agriculture merupakan sektor yang utama di wilayah Riau ini,” papar Jonny.

Ilustrasi, proses produksi sepeda motor Honda – dok.AHM

Meski begitu, di sisa waktu lima bulan di tahun 2019 ini, CDN akan terus “memompa” penjualan. Sebab, tanda-tanda harga sawit bakal membaik juga mulai terlihat.

“Kabar terakhir kan menyebut, pemerintah akan menggenjot ekspor ke India. Seperti diketahui, India merupakan pasar terbesar minyak sawit di Asia selain China. Ini membawa optimisme para petani,” imbuh Johny. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This