Mobil Listrik Diminta Tetap Tak Bersuara, Ini Alasannya

Mobil Listrik Diminta Tetap Tak Bersuara, Ini Alasannya
Ilustrasi mobil listrikk Tesla Model 3 - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Berbeda dengan yang diwacanakan pemrintah untuk diatur secara jelas di aturan turunan dari Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019, Presiden Direktur Prestige Image Motorcars importir Tesla, Rudy Salim justeru tak setuju jika mobil listrik diberi suara. Pasalnya, langkah itu berkebalikan dengan tren yang ada.

Menurut Rudy, tren yang ada sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang, pabrikan produsen mobil membuat mobil bermesin konvensional atau pembakaran internal (ICE) dengan suara yang intensitasnya semakin rendah alias nyaris senyap. Tren seperti ini juga tak lepas dari keinginan masyarakat konsumen.

“Kondisi sekarang (mobil listrik) memang belum ada suara. Nantinya kalau memang diminta ada suara, tentu kami bisa atur supaya ada suara knalpot meskipun sebenarnya tidak ada knalpot. Walaupun saya berharap tidak demikian (tidak ada suara) karena sejak lama mobil ICE dikembangkan semakin senyap, masa mobil listrik yang sudah senyap malah diminta ada suaranya,” papar Rudy di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Sebagai ganti pengaman bagi orang di sekitar mobil atau lingkungan, Rudy berpendapat, pabrikan menambahkan fitur-fitur keamanan. Misalnya, penambahan fitur Blind Spot Assist, Auto BrakeSystem, Pedestrian Warning, dan sebagainya.

Tesla Model 3 – dok.Tesla

Direktur Jendral Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, beberapa waktu sebelumnya mengatakan, mobil dan kendaraan bermotor roda dua sumber tenaga listrik harus diberi suara untuk memberitahu keberadaanya kpada orang-orang di sekelilingnya.

“Karena tenaga dan torsi kendaraan listrik itu pada putaran mesin rendah saja, itu sudah besar. Jadi kalau tidak bersuara, itu berbahaya,” ucap dia.

Oleh karena itu, suara di mobil listrik bakal menjadi salah satu aspek yang dicantumkan pada aturan uji tipe kendaraan jenis itu, selain akumulatir. “Selain perangkat elektronik, pengendalian kecepatan, serta alat pengisian ulang energi listrik,” kata mantan widya iswara di Korps Lalu-lintas Polri itu.

Ilustrasi, mobil listrik BMW i3 – dok.Motoris

Soal waktu pengujian tipe, Budi menyebut bakal berlaku efektif dua tahun lagi. Hal itu, lanjut dia, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor yang menyebut peralatan pengujian kendaraan listrik wajib disesuaikan paling lambat tahun 2021. (Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This