Corolla Altis Paling Gres Hadir di RI, Ada Varian Hybrid

Corolla Altis Paling Gres Hadir di RI, Ada Varian Hybrid
Toyota Corolla Altis hybrid versi anyar - dok.Topgear

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) hari ini, Rabu (12/9/2019) memperkenalkan versi terbaru sedan All New Corolla Altis. Agen peegang merek Toyota di Indonesia ini memboyong semua varian generasi ke-12 Altis itu, tian termasuk varian hybrid.

“Kali ini All New Corolla Altis diperkenalkan tiga varian yaitu G, V, dan yang terbaru hybrid. Semua varian ini dilengkapi dengan beberapa fitur dan spesifikasi yang baru,” tutur Executive General Manager TAM, Fransicus Soerjopranoto, dalam pesan elektronik, di Jakarta, Rabu (12/9/2019) pagi.

Sedan ini, kata Soerjo, telah menggunakan platform anyar Toyota yakni Toyota New Global Architechture (TNGA). Selain itu, juga diimbuhi fitur Toyota Safety Sense, blind spot monitor yang ada di spion samping. “Dan masih banyak yang lainnya,” ucap dia.

Selain eksterior, Toyota juga melakukan ubahan pada bagian interior. Kehadiran instrumen panel Multi Information Display dan instrumen audio versi anyar adalah beberapa diantara ubahan-ubahan yang terjadi di bagian dalam mobil ini.

Tampilan belakang Toyota Corolla Altis versi terbaru – dok.Autoindustriya

Khusus soal varian hybrid, menukil keterangan yang dilansir laman Topgear Filipina, belum lama ini, varian Corolla Altis hybrid, mekanikalnya mirip dengan yang diusung Toyota C-HR hybrid. Mesin konvensional Atkinson 2ZR-FXE 1,8-liter VVT-I bertenaga 98 hp dengan torsi 142 Nm dipadu dengan sebuah motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor berdaya 600 volt, yang menyemburkan tenaga 72 hp dan torsi 163 Nm.

Penjualan di bawah Honda
Kolega Motoris di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut langkah TAM menggelontorkan Corolla anyar ini merupakan bagian dari strategi pabrikan untuk mempertahankan citra sebagai merek global dengan produk dan layanan terlengkap. Menurut dia, sebagai pemain industri otomotif global, jika memiliki varian lengkap dengan kontiyuitas pasokan model yang secara reguler mengalir merupakan dari pertaruhan citra merek.

“Dalam kondisi pasar apapun, apakah tengah lesu, penjualan turun dan ceruk pasarnya kecil, tetapi kalau sebuah model dan varian itu tetap hadir, maka citra kredibilitas dan bonafiditas merek itu akan bagus,” ujar sang kolega saat dihubungi, Selasa (11/9/2019) malam.

Dia menyebut, itulah yang terjadi dengan Toyota. Sebab, kata dia, fakta menunjukan pasar sedan di Indonesia hingga saat ini terus menciut. Kondisi pasar pun masih landai.

Ilustrasi, Honda Civic Type R – dok.Autocar

Di dekade 2000-an ini, kata dia, penjualan sedan paling tinggi tercatat pada tahun 2013 yakni sebanyak 34.639 unit. Setelahnya, terus ambles, dan bahkan di tahun 2018 lalu, hanya 5.750 unit atau tak lebih dari 0,5% dari total penjualan mobil yang sebanyak 1,15 juta unit.

Pada tahun itu, penjualan sedan Toyota di bawah Honda yang tahun itu menjual 2.730 unit atau tumbuh 3,21% dibanding tahun sebelumnya. Penjualan Honda Indonesia ini ditopang oleh sedan Honda Civic yang disuguhkan dalam beberapa tipe.

“Toyota di tahun 2018, masih merebut 31,34% pangsa pasar sedan. Tapi, itu turun dibanding 2017 yang masih sebesar 32,5%,” kata dia.(Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This