Almaz Diekspor Wuling Jadi Captiva, Karena Ada GM di Sana

Almaz Diekspor Wuling Jadi Captiva, Karena Ada GM di Sana
Ilustrasi, Wuling Almaz tujuh kursi penumpang - dok.Motoris

Cikarang, Motoris – PT SGWM Indonesia atau Wuling Motors Indonesia, resmi memulai ekspor SUV Wuling Almaz dengan badge Chevrolet Captiva, ke Thailand, Fiji, dan Brunei Darussalam yang ditargetkan hingga akhir tahun mencapai 2.600 unit. Ekspor Almaz berubah nama dan logo menjadi Captiva bisa terjadi karena perusahaan pembuat Chevrolet – yakni General Motors – adalah pemegang saham Wuling Motors pusat di Cina.

Presiden Direktur PT SGMW Motor Indonesia, Xi Feiyun mengakui hal itu. Bahkan dia mengatakan, ekspor yang mulai dipersipakan sejak April lalu itu terjadi, karena kerjasama dengan GM yang notabene adalah pemegang saham Wuling Motors. Sedangkan Almaz dipilih karena model yang menggunakan platform global.

“Karena model ini menggunakan platform global yang dikembangkan SAIC. Platform ini dikembangkan dalam empat model (dengan empat nama berbeda), yaitu Baojun dan Wuling di Cina, MG Hector di India, Almaz di Indonesia dan Captiva di beberapa negara,” kata Xi di sela prosesi penanda dimulainya ekspor perdana di pabrik Wuling Motors Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019).

Artinya, bukanlah perkara sulit dan aneh jika SUV – yang dibuat dalam versi tujuh dan lima kursi penumpang – tersebut diekspor dengan berganti nama dan logo milik Chevrolet. Seperti diketahui GM merupakan bagian dari pabrikan pembuat Wuling Almaz, yakni SGMW Motors atau SAIC-GM-Wuling Motors.

Chevrolet Captiva berbasis Wuling Almaz di Thailand – dok.Istimewa

Di pabrikan yang dibentuk tahun 2002 dan bermarkas di Liuzhou, Guangzhou, Cina, itu GM menggenggam saham sebesar 34%. Sedangkan 54% dikuasai SAIC Motor, dan Wuling Group hanya memiliki 15,9%.

GM merupakan pemegang saham terbesar kedua di pabrikan tersebut. Bahkan, pada tahun 2008, GM meningkatkan kepemilikan sahamnya di kongsi tersebut, sehingga sejak tahun 2011 porsi sahamnya meningkat menjadi 44%, dan saham Wuling tinggal 5,9%.

Pertimbangan GM
Sementara, seperti dilaporkan Bangkok Post, Selasa (10/9/2019), Wuling Almaz yang telah berganti logo Chevrolet itu, di Thailand dibanderol mulai 999.000 – 1.199.000 baht atau sekitar Rp 457,5 – 549,1 juta. Seorang pejabat GM di negeri itu menyatakan, setelah dikalkulasi untung dan rugi, ternyata impor dari Indonesia lebih rasional ketimbang mengimpor dari Cina, karena harga bisa lebih bersaing.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan ekspor Wuling ini menunjukan Indonesia kompetitif untuk sektor otomotif. Terlebih, Wuling Motors yang mulai menggarap pasar Indonesia sejak tahun 2017 dengan investasi sekitar Rp 9 triliun, juga mengembangkan ekosistem mulai dari klaster sistem produksi hingga ekosistem penjualan.

“Wuling Motor memiliki pabrik dengan kapasitas produksi 120.000 unit per tahun,” ujar dia saat memberi sambutan di prosesi dimulainya ekspor tersebut.

Wuling Almaz 7 kursi penumpang di GIIAS 2019  – dok.Motoris

Laman GM Authority menulis, bukan kali ini saja Chevrolet atau GM menggunakan produk besutan SGMW – yang di Cina dinamai Baojun (termasuk Wuling Almaz) – untuk diganti emblem atau logo.

“Ini bukan pertama kalinya GM mengganti model Bajoun (Wuling Almaz) sebagai Chevrolet, karena sebelumnya GM juga menggunakan sedan Baojun 630 yang dijual sebagai Chevrolet Optra di pasar tertentu termasuk Mesir,” tulis media itu. (Yus/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This