Ada Kabar Hidupnya Bakal Diakhiri, BMW Tetap Jual i3 di RI
Mobil listrik BMW i3 dipamerkan di GIIAS 2019 dan sudah mulai dijual di Indonesia - dok.Motoris

Ada Kabar Hidupnya Bakal Diakhiri, BMW Tetap Jual i3 di RI

Jakarta, Motoris – Meski beberapa waktu lalu terdengar kabar BMW berencana mengakhiri siklus hidup BMW i3 untuk digantikan dengan model-model yang mainstream, namun BMW Indonesia mengaku hingga kini masih menjual mobil listrik tersebut. Agen pemegang merek BMW di Indonesia ini berdalih, jika kabar itu memang benar adanya, kemungkinan besar penghentian siklus hidup tak akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Penjualan BMW i3 masih terus jalan, tidak ada recana apapun dengan itu (dari kabar yang nenyebut rencana tidak dibuatnya geerasi baru). Kami tetap terus menjualnya,” ungkap Vice President of Sales BMW Indonesia, Bayu Riyanto, saat ditemui usai peluncurkan The New X7, di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menurut dia, perencanaan sebuah produk baru – termasuk generasi penerusnya – memang kerap dibuat oleh perusahaan jauh-jauh hari sebelum rencana itu tiba. Bisa saja dalam waktu yang lama, pelaksanaannya baru terjadi.

Tampilan belakang BMW i3 – dok.Motoris

“Sementara BMW i3 itu kan baru diluncurkan tahun 2013 lalu ya. Dan mobil ini merupakan mobil listrik terlaris. Tentu masih akan dipertahankan. Ya, kalau nanti lifecycle-nya sudah habis, ya barangkali akan diganti dengan geerasi yang lebih canggih, jauh lebih bagus. Tapi, entah kapan, tidak tahu,” papar dia.

Catatan BMW AG menunjukan, di tahun ini, pada rentang waktu Januari hingga Agustus, mobil ini telah terjual sebanyak 157.129 unit. Sedangkan di Indonesia, BMW i3 mulai dijual sejak diluncurkan di hajatan Gakindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 pada pertengahan Juli lalu, dengan banderol Rp 1,29 miliar off the road.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Financial Times dan dikutip laman Electrive, Senin (16/9/2019), Kepala Penjualan BMW, Pieter Nota menyebut pabrikanya tidak memiliki rencana untuk membuat generasi baru BMW i3. Pabrikan, lanjut Nota, masih akan tetap menjual mobil listrik tersebut.

Ilustrasi, interior BMW i3 – dok.Motoris

Namun, di masa mendatang, hingga siklus waktunya tiba, tidak akan ada pengganti atau model baru BMW i3. Alasannya, pabrikan akan berkonsentrasi pada mobil yang berteknologi berbasis baterai (listrik murni) dan teknologi plug-in, dengan basis model yang ada dan laris di pasar.

“Tidak ada rencana konkretnya untuk penerus i3. Kami saat ini membawa (mobil-mobil) elektrifikasi lebih (mengarah) ke model (mobil elektrifikasi) yang lebih mainstream,” kata dia.

Tak ikut program KBL
Pada kesempatan berbeda di tempat yang sama, Director of Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania mengatakan, BMW Indonesia tidak akan menikuti program percepatan pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) untuk mendapatkan insentif khusus sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019. Pasalnya, BMW mengalami kesulitan teknis terkait proses produksi dan sistem penggunaan bahan baku.

“Kalau dalam program ini, (percepatan) itu kan terkait dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) ya. Nah, kami mengalami kemdala, karena secara teknis sulit. Contohnya (mobil listrik) BMW i3. Kan materialnya dibuat dari proses daur ualng, bahkan mencapai 90% dari daur ulang. Tentu kalau dirakit di Indonesia dengan bahan dari lokal akan kesulitan,” papar dia.

Ilustrasi, mobil listrik BMW i3 – dok.Motoris

Selain itu, sistem produksi di pabriknya juga menerapkan cara-cara yang ramah lingkungan (green process) dengan menggunakan sumber energi listrik dari pembangkit tenaga air atau bahkan udara. Alhasil, jika menerapkan sistem tersebut di Indonesia akan jauh berbeda karena sumber energi yang digunakan juga berbeda. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )