Mobil Jadi Armada Taksi, Komunitas Calya Malah Bangga

Mobil Jadi Armada Taksi, Komunitas Calya Malah Bangga
Ilustrasi, Toyota New Calya - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sejak September lalu, mobil jenis LCGC tujuh penumpang Toyota Calya telah terlihat digunakan sebagai armada taksi oleh sebuah operator jasa angkutan taksi di Jakarta. Menanggapi fakta ini Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI) mengaku justeru semakin percaya dan bangga terhadap mobil tersebut.

Pernyataan seperti itu diungkapkan Ketua KTCI, Laksono Sapto Prayitno. Menurut dia, sebuah mobil yang digunakan untuk armada angkutan taksi, tentu telah dipertimbangkan secara masak oleh operatornya.

Sebagai sarana untuk menunjang bisnis, mobil taksi harus memiliki karakter bandel, irit, nyaman, sekaligus aman. “Jadi kalau saya pribadi melihatnya, Calya dijadikan armada taksi berarti sudah teruji. Mulai dari iritnya (konsumsi BBM), bandelnya (ketahanan) sampai nyamannya. Kan enggak mungkin perusahaan taksi mau pakai kalau enggak menguntungkan,” papar Sapto kepada Motoris, di Jakarta, Jumat (10/10/2019) malam.

Bahkan, lanjut Sapto, dengan dijadikannya sebagai taksi, maka suku cadang Calya akan semakin mudah diapat dan sebarannya meluas. Hal ini, akan lebih memudahan lagi para pemilik kendaraan jika mobil menghadapi masalah.

Toyota Calya menjadi armada taksi – dok.Istimewa via Mobil123.com

Sapto juga memastikan, para pemilik Calya – khususnya anggota KTCI – tidak merasa gengsi Calya melorot karena mobil itu telah dipakai oleh operator taksi. Sebaliknya, mereka justeru bangga karena mobil yang juga mereka gunakan dan miliki telah dipercaya keunggulannya.

“Enggaklah (merasa gengsi turun). Kita (Calya) ini kan LCGC, yang pemiliknya kebanyakan pemilik mobil baru pertama kali, yang tidak memilikirkan soal gengsi. Kalau pun ada, itu sangat sedikit sekali yang punya pemikiran seperti itu. Dan di komunitas, kami tanggapannya positif. Apalagi (jadi taksi) malah bisa mempertahankan harga bekasnya (harga jual kembali),” ungkap Sapto.

Sebelumnya, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy yang ditemui di sela Journalist Test Drive Kendaraan Listrik Toyota, di Bali, Kamis (10/10/2019) menyebut, Toyota melalui dilernya telah mengirim sekitar 100-an unt Calya ke sebuah operator taksi. “Kedepannya kita masih menunggu kira-kira totalnya berapa,” kata dia.

Ketua Umum KTCI Laksono Sapto Prayitno berfoto bersama Toyota New Calya – dok.Istimewa

Permintaan Calya utuk dijadikan armada taksi, kata Anton, bukanlah pertama kali ini terjadi. Pasalnya sudah sejak beberapa waktu lalu, permintaan sudah ada.

Menurut dia, tipe Calya yang dijadikan taksi adalah tipe E yang bertransmisi manual. Tipe ini ada dua yakni tipe E Non ABS bertransmisi manual yang dibanderol Rp 137,4 juta dan tipe E manual berharga Rp140,2 juta. (Lut/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This