Soal Value for Money, Kijang Innova Telah Membuktikannya

Soal Value for Money, Kijang Innova Telah Membuktikannya
Tes Drive Toyota Kijang Innova - dok.Toyota

Jakarta, Motoris – Dibanderol Rp 300 juta – Rp 400 jutaan, Kijang Innova masih memikat minta masyarakat Indonesia, bahkan tak sedikit di antara mereka berstatus loyalis terhadap MPV medium Toyota itu. Tingginya value for money alias harga yang sepadan dengan keuntungan yang diberikan menjadi alasannya.

Value for money-nya tinggi. Kalau tidak, tentunya orang enggak loyal sampai bertahun-tahun menggunakan (Kijang) Innova. (Varian) bermesin diesel misalnya, harga awalnya memang sedikit mahal, tetapi perawatannya mudah dan ongkosnya juga murah,” tutur Ketua Harian Innova Community, Fransisca FA saat ditemui di sela acara Toyota Jamboree 2019, di Econvention, Ancol, Jakarta, Minggu (17/11/2019) lalu.

Setali tiga uang dengan Fransisca, pemilik Kijang Innova lainnya, Ferdian mengutarakan pendapat serupa. Pria warga Kedaung, Ciputat, Tangerang Selatan ini, menyebut keuntungan yang diberikan Kijang Innova bukan sekadar biaya servis dan perawatan yang murah. Bukan pula, hanya konsumsi bahan bakar yang terbilang irit di kelasnya.

Ferdian menyebut, bicara value for money, ukurannya memang relatif. Selain bisa dibuktikan melalui angka matematis mulai dari  biaya kepemilikan hingga nilai jual kembali, hingga ukuran yang abstrak seperti kepuasan terhadap kenyamanan terhadap fitur-fitur yang ada.

Baca juga: Sederet Alasan Mengapa Pilih Toyota Kijang Innova

Toyota Kijang Innova – dok.Toyota

“Nah, ukurannya di sini kepuasan atas kenyamanan dan kebanggaan penggunanya. (Kijang) Innova saya rasa memberikan nilai lebih berupa pride (kebanggaan karena bergengsi) karena menjadi MPV yang memiliki gengsi tinggi, modern, nyaman, plus biaya perawatan yang enggak morotin lah. Soal gengsi ini kan enggak bisa diukur dengan angka. Tapi, itu nilainya tinggi, karena (Kijang) Innova itu cukup bergengsi,” kata dia saat ditemui di Bintaro Junction, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (19/11/2019).

Tampilan eksterior dan interior, kabin yang lapang, bagasi yang menawarkan kapasitas besar, fitur hiburan dan keamanan terkini, disebut Ferdian sebagai aspek-aspek Kijang Innova yang mewakili kebutuhan masyarakat konsumen pada segmennya.

“Kalau tingkat keiritan konsumsi BBM (bahan bakar) dari pabrikan pasti dirancang irit, tapi di kenyataannya kan bisa berbeda karena berbagai faktor, terutama cara mengemudi. Saya kira di mobil jenis dan kelas apapun juga seperti itu,” terang dia.

Baca juga: Jelajah Indonesia, Toyota Aplikasikan Semangat Menghadirkan Mobil Terbaik

Mesin Toyota Kijang Innova – dok.Toyota

Biaya perawatan
Penegasan soal tingginya value for money Toyota Kijang Innova juga diungkapkan Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy. Dia menyodorkan varian Kijang Innova bermesin diesel sebagai contoh.

Varian ini sengaja dia sodorkan karena banyak yang beranggapan harganya mahal, meski dalam kenyataannya semakin diminati konsumen. Fakta menunjukan, di rentang waktu Januari – Oktober lalu, penjualan Kijang Innova dari diler ke konsumen atau ritel, sebanyak 43.600-an unit.

“Varian (bermesin) diesel ini permintaannya terus naik. Bahkan, sekarang porsinya (dibanding varian bermesin bensin) sudah sekitar 50:50%. Mengapa trennya naik?, karena memang waktu awal-awal harganya lebih mahal, tetapi perawatannya mudah dan biayanya juga enggak mahal,” tutur Anton.

Pernyataan Anton diamini Service Advisor Bengkel Showroom Toyota di Cipondoh, Tangerang, Budiyanto. Bahkan, kata dia, tak hanya varian diesel saja yang perawatannya mudah dan ongkosnya relatif murah, tetapi juga varian bermesin bensin.

Baca juga: Segera Hadir di India, Innova Versi Anyar Juga Meluncur di RI?

Toyota Kijang Innova milik Ferdian- dok.Motoris

“Karena sampai jarak tempuh 50.000 kilometer biaya jasa servis masih gratis. Jadi pemilik kendaraan hanya membayar harga spare part dan oli saja,” kata dia.

Pada masa enam bulan pertama, atau jarak 10.000 kilometer, biaya perawatan Kijang Innova diesel yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 850.000. Biaya tersebut untuk pembelian minyak pelumas atau oli, filter udara, filter oli, serta gasket.

Biaya-biaya perawatan itu memang naik, seiring dengan penggantian sparepart seiring dengan penggunaan mobil yang menempuh jarak lebih jauh. Namun, kata Budi, biaya-biaya tersebut masih sangat rasional, karena sesuai dengan harga sparepart dan nilai inflasi yang ada.

Sehingga, dalam hitungan resmi, hingga penggunaan hingga 50.000 kilometer pertama, total biaya perawatan Kijang Innova diesel sekitar Rp 5.170.000.

Baca juga: Toyota Raih 8 Penghargaan di Ajang GridOto Award 2019

Ilustrasi, Toyota Kijang Innova, dirancang sesuai dengan kebuuhan dan keinginan masyarakat. Mulai dari tampilan, ketangguhan, kenyamanan dan keamanan, hingga biaya perjalanan terus disempurnakan – dok.Toyota

“Mahal? Itu relatif dari saiapa yang melihatnya. Tetapi, kalau kita lihat (Kijang) Innova yang merupakan MPV menengah (medium) dengan segala keunggulan yang dimiliki, kok biaya sebesar itu sepadan. Bahkan, relatif murah,” imbuh Budi. (ADV/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This