Pasar SUV Kian Menjulang, Ditunjang Varian 7 Penumpang

Pasar SUV Kian Menjulang, Ditunjang Varian 7 Penumpang
Ilustrasi, Toyota Rush - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski tren penjualannya tahun ini masih lesu, namun porsi segmen sport utility vehicle (SUV) di pasar kendaraan penumpang Indonesia masih dalam trek kenaikan. Tahun ini, porsinya telah mencapai 17-18% lebih.

Sejumlah pelaku pasar kendaraan bermotor di Tanah Air menyebut, tren kenaikan penjualan mobil sport serbaguna itu – seperti halnya MPV –  ditopang oleh varian tujuh penumpang. Faktor budaya masyarakat menjadi penentu pilihan terhadap varian tersebut.

“Pasar SUV saat ini berada tren SUV yang meningkat. Kalau kita lihat sekitar lima tahun lalu (porsi pasar SUV) itu masih di sekitar 11-13%, tetapi sekarang sudah di 17-18% lebih, mendekati 20%,” papar Marketing Director PT Toyota Astra Motor (ATM), Anton Jimmi Suwandy, saat ditemui Motoris, di sela Toyota Jamboree 2019, Econvention, Ancol, Jakarta Utara, belum lama ini.

Baca juga: Almaz Terus Menguntit, Honda CR-V Patut Waspada

Daya pikat SUV tujuh penumpang, kata Anton, bukan hanya karena persepsi orang terhadap tampilannya yang lebih besar saja, tetapi juga dikarenakan pertimbangan fungsinya. Sebab, secara kultur masyarakat Indonesia suka berpergian bareng-bareng dengan keluarga atau teman, dan sebagainya.

Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo diluncurkan di gelaran GIIAS 2019 di ICE, Serpong, Tangerang – dok.Motoris

“Artinya, kalau melihat tren kecenderungan pilihan orang terhadap mobil baru, faktor utility-nya itu yang paling utama. Apakah penamaanya crossover, SUV, atau lainnya, tetapi pertimbangan utamanya tetap utilitas itu. Apakah seven seater (tujuh penumpang) atau bukan. Masyarakat banyak yang memilih seven seater. Apalagi, mayoritas konsumen mobil di Indonesia itu first buyer yang sangat mempertimbangkan aspek kapasitas penumpang ini,” kata dia.

Anton menyodorkan fakta penjualan dua SUV tujuh penumpang besutan Toyota, yakni Low SUV Toyota Rush dan high SUV Toyota Fortuner di rentang Januari – September lalu. Keduanya laku, sekitar 52.990-an unit. “Ini naik sekitar 13% dibanding periode Januari – September 2018,” ucap dia.

Baca juga: Wuling Almaz  Ngegas, Honda CR-V dan HR-V 1.8 Nyungsep

Toyota New Fortuner TRD Sportivo – dok.Motoris

Wuling Almaz
Bukti lain lebih disukainya SUV varian tujuh penumpang oleh masyarakat bisa dilihat dari data penjualan yang dibukukan PT Wuling Motors Indonesia. Seperti disebutkan Senior Brand Manager-nya, Dian Asmahani, dari total penjualan mobil Wuling pada rentang Januari – Oktober lalu yang sekitar 15.700-an unit, lebih dari setengahnya dibukukan oleh SUV Wuling Almaz.

“Dan dari total penjualan Wuling Almaz, sekitar 80%-nya merupakan varian seven seater (tujuh penumpang),” ucap Dian saat dihubungi, akhir pekan lalu.

Seperti halnya Anton, Dian menyebut faktor budaya atau kultur masyarakat yang suka bepergian bersama keluarga, kerabat, atau kolega mendorong pilihan mereka terhadap mobil tujuh penumpang. Termasuk pilihan terhadap SUV.

Baca juga: Toyota Dominasi Ekspor via IPCC, Fortuner Paling Moncer

Ilustrasi, Wuling Almaz varan 7 penumpang – dok.Motoris

“Dulu waktu awal kami luncurkan Almaz (Februari 2019), Almaz memang langsung melejit karena berbagai keunggulan yang ditawarkan. Tetapi, banyak yang menanyakan, kapan varian yang seven seater hadir? Mereka sepertinya menunggu. Dan itu, jumlahnya banyak. Makanya, saat di GIIAS 2019 (Juli 2019), kita luncurkan yang seven seater dan permintaan terus mengalir,” ungkap Dia. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS