Respons Masyarakat, Kemenhub Bakal Uji Tabrak Mobil Baru

Respons Masyarakat, Kemenhub Bakal Uji Tabrak Mobil Baru
Ilustrasi, Suzuki Ertiga rakitan India yang diuji tabrak oleh Global NCAP - dok.Global NCAP

Jakarta, Motoris – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupaya untuk melengkapi proses uji kelayakan kendaraan baru di Indonesia, yakni selain uji tipe – yang hingga kini dilakukan – dengan uji tabrak. Tuntutan dari konsumen dan banyaknya kasus kecelakaan fatal yang terjadi di Tanah Air, menjadi alasannya.

Kepala Subdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor, Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Dewanto Purnacandra, mengatakan, selama ini Indonesia belum melakukan crash test atau uji tabrak bagi mobil baru yang akan dijual seperti  negara di Eropa dengan Euro NCAP atau ASEAN NCAP di Asia Tenggara, juga. negara-negara lain.

“Ini karena fasilitas dan peralatan yang belum ada. Tetapi memang ada rencana untuk itu karena masyarakat banyak yang memintanya,” ucap Dewanto, saat ditemui Motoris di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Sebelumnya, Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub, Sigit Irfansyah,  juga sempat menynggung rencana ini. Meski tak menyebutkan secara pasti kapan fasilitas tersebut dibangun, tetapi ada kemungkinan 2020 nanti.

Baca juga: Tiga Mobil Toyota Raih Skor Tertinggi ASEAN NCAP

ASEAN NCAP melakukan uji tes tabrak pada Toyota Rush 2018, buatan Indonesia. (ASEAN NCAP/Youtube)

Pernyataan kedua pejabat itu sejatinya menegaskan kembali pernyataan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi pada pertengahan September lalu. Budi menegaskan, pihaknya berniat membangun fasilitas baru untuk melengakpi uji tipe kendaraan baru di Indonesia. “Fasilitas itu termasuk faslitas uji tabrak,” kata dia.

Jika dibangun, kata dia, fasilitas itu akan berada di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor, Bekasi, Jawa Barat.“Jadi, kita merespons masukan-masukan dari masyarakat soal keinginan agar mobil yang dipasarkan di Indonesia dilakukan uji secara komprehensif. Apalagi, dengan alasan banyak kecelakaan yang berakibat fatal,” ujar mantan Widyaiswara Korlantas Polri tersebut.

Menurutnya, pemerintah kemungkinan besar pemerintah mengajak kalangan swasta khususnya manufacturing dari merek-merek yang beroperasi di Indonesia. Maklum, biaya pembangunan fasilitas itu diperkirakan menelan biaya hingga sekitar Rp 1,7 triliun.

Uji mobil listrik
Soal mobil listrik, Dewanto mengatakan, pihak Kemenhub sudah menjalakan uji tipe. Pada dasarnya, lanjut dia, uji tipe yang dilakukan ke kendaraan listrik baik mobil penumpang maupun bus proses yang dilakukan tak berbeda dengan uji tipe kendaraan konvensional, hanya ada tambahan item yakni soal niose atau suara.

“Hanya saja, untuk uji baterai kami belum memiliki peralatan yang lengkap. Sehingga, selama ini kami mengecek hasil uji yang dilakukan oleh pabrikan pembuat kendaraan yang bersangkutan,” terang dia.

Aspek yang diperhatikan dalam uji baterai yang disodorkan pabrikan itu antara lain soal ketahanan arus arau daya listrik yang disimpan. Kemudian aspek keamanannya saat mobil digunakan.

Baca juga: Tes Tabrakan, Suzuki Jimny Anyar Ternyata Mengecewakan

Ilustrasi mobil listrik Nissan Leaf – dok.Motoris

“Kami pernah perhatikan baterai yang direndam. Kemudian pengujian jalan hingga sampai jarak terjauh yang dicapai. Dan sebagainya. Meski begitu, pemerintah akan terus melakukan penyempurnaan pengujian, tentu dengan pengadaan perlengkapannya,” imbuh dia. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This