Liburan Akhir Tahun, Penumpang Bus Diprediksi Naik 25%

Liburan Akhir Tahun, Penumpang Bus Diprediksi Naik 25%
Ilustrasi, Bus AKAP di Terminal Poris, Kota Tangerang yang melayani trayek antar kota anar rovinsi di Jawa - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kalangan pelaku usaha jasa angkutan bus memperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah penumpang bus pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, hingga 25%. Kembali tumbuhnya minat masyarakat terhadap angkutan bus serta membaiknya infrastruktur jalan tol, diyakini menjadi pemicunya.

“Mulai 22 Desember sampai menjelang tutup tahun, biasanya pergerakan pertambahan jumlah penumpang bus terjadi,” kata Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (Ipomi), Kurnia Lesani Adnan, saat dihubungi Motoris, Rabu (4/12/2019).

Optimisme ini, lanjut Direktur Utama PO SAN itu, didasari beberapa faktor. Pertama, saat ini gejala kembali berkembangnya minat masyarakat terhadap angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) juga terjadi. Penambahan jumlah penumpang bus trayek tersebut, juga meningkat setiap akhir pekan saat ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini tentu tidak lepas dari membaiknya infrastruktur, jalan tol yang telah menyambung di Jawa, dan sebagai Sumatera. Selain itu, fleksibilitas bus yang bisa mendekati titik-titik tujuan akhir penumpang juga dinilai sebagai nilai plus angkutan bus, sehingga masyarakat menyukai bus,” ucap Lesani.

Baca juga: Distribusi Susut, Penjualan Ritel Toyota Masih Nanjak

Ilusrasi, bus Hino -dok.HMSI

Pernyataan senada diungkapkan Presiden Direktur PO Gunung Harta, I Gede Yoyok Santoso. Dia menambahkan, faktor kedua yang turut memicu kembali bergairahnya minat masyarakat menggunakan angkutan bus adalah, harga tiket pesawat yang masih lebih mahal dibanding bus.

“Faktor ketiga, saat ini banyak inovasi teman-teman pengusaha bus dan karoseri yang  menawarkan bus dengan kenyamanan lebih. Kenyamanan yang ekslusif layaknya pesawat kelas bisnis tetapi bedanya ini di darat, juga dihadirkan, namun dengan harga lebih miring dibanding pesawat,” ucap dia.

Harga Naik 
Soal harga tiket, baik Lesani maupun Yoyok mengakui ada kenaikan pada saat libur akhir tahun. Kenaikan dikarenakan adanya layanan ekstra dari PO baik berupa intensitas jumlah perjalanan maupun lainnya.

“Kalau dilihat dari nilainya, kenaikan itu sebesar Rp 25 ribu – Rp 30 ribu. Artinya, meskipun naik, tetap saja harga tiket bus masih lebih murah,” kata Lesani.

Baca juga: Soal Bus Listrik, Jakarta Perlu Belajar dari Shenzen Cina

Ilustrasi, bus model Legacy SR-2 milik PO Luragung Garapan Karoseri Laksana – dok.Istimewa

Dia memastikan, kenaikan harga tiket itu tidak dilakukan secara illegal atau tidak dketahui oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah juga tidak melarang angkutan bus untuk mengerek harga tiket pada periode tersebut.

“Artinya, ini hanya musiman. Seperti halnya saat hari raya lebaran, kan ada kenaikan itu. Karena permintaan juga mengalami kenaikan, sehingga jam kerja kru (bus) juga bertambah. Oleh karena itu, wajarlah jika ada insentif,” imbuh Lesani. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This