Laris di Jepang, Toyota RI Masih Pelajari Raize

Laris di Jepang, Toyota RI Masih Pelajari Raize
Toyota Raize - dok.Toyota Global

Jakarta, Motoris – Setelah diluncurkan pada 5 November lalu, pemesanan SUV Kompak Toyota Raize (kembaran Daihatsu Rocky) langsung melejit. Hingga kini, total pesanan telah mencapai 30.000 uit dengan masa inden enam bulan.

Kabar ini diungkap Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, saat ditemui di sela acara Year End Media Gathering Toyota, di Jakarta, Kamis (12/12/2019) malam. Dia mengaku, selama satu hingga dua minggu di Jepang beberapa waktu lalu, dirinya mendapatkan informasi soal penjualan Raize.

“Raize memang luar biasa sambutannya di Jepang. Pesanan sudah 30.000 unit sejak diluncurkan, ya kira-kira kurang dari sebulan. Karena memang, ini sesuai dengan karakter customer yang memang menyukai kei car (mobil) kecil, tampilannya oke, dan mesinnya mendukung (sesuai dengan karakter sebuah SUV),” ungkap Anton.

Sekadar catatan, data yang disajikan Toyota Motor Corporation menunjukan, dimensi panjang Raize 3.995 milimeter dan lebar 1.695 milimeter. Dia memilik fender yang lebih menonjol yang mencirikan sebuah SUV, dan ban berukuran 17 inci.

Toyota Raize dalam balutan parts Modellista – dok.Motor1

Mesin yang diusung mobil ini hanya berkapasitas 1.0 liter atau 1.000 cc. Namun, mesin berkode 1KR-VET itu diimbuhi turbo. Alhasil, sanggup mampu menyemburkan tenaga hingga 98 hp dengan torsi 140 Nm.

Artinya, meski kapasitasnya kecil, namun semburan tenaganya melampaui semburan tenaga Toyota Rush. Seperti diketahui, Rush yang bermesin 1.5 liter bertenaga 104 hp dengan torsi 136 Nm.

Masih dipelajari
Lantas, akankah SUV kompak itu juga bakal dijajakan di Indonesia? Anton masih belum bersedia membahas lebih jauh soal itu, selain hanya mengatakan masih mempelajarinya. “Kita selalu melakukan studi soal model-model baru, termasuk Raize. Apakah masuk Indonesia atau tidak, belum bisa berkomentar,” ucap dia.

SUV Daihatsu Rocky versi terbaru yang merupakan kembaran Toyota Raize diluncurkan di hajatan Tokyo Motor Show 2019 – dok.Motoris

Deputy General Manager Marketing Planning TAM, Andri Widiyanto, yang ditemui di tempat yang sama juga ogah memberikan kepastian soal masuk tidaknya Raize. Seperti halnya Anton, dia hanya berujar, bagi Toyota Indonesia yang berkomitmen memberikan yang terbaik kepada konsumen, sehingga semua model baru yang dihadirkan Toyota dipelajari.

“Kita selalu melakukan studi-studi terhadap semua model baru yang bersifat global (bukan model yang khusus untuk Jepang atau negara tertentu). Semua model, dan termasuk juga Raize. Ini kan masih studi, jadi maaf tidak bisa berkomentar (masuk tidaknya Raize ke Indonesia),” ungkap dia.

Aspek-aspek yang dipelajari dari sebuah model, menurut Andri, bukan hanya soal bagaimana menjual produk yang bersangkutan berikut peluang pasarnya. Bukan pula hanya mengetahui kesesuaian teknis – termasuk mesin dan fitur-fitur pendukungnya – saja.

Tampilan depan Toyota Raize – dok.Toyota Global

“Jadi, banyak aspek yang dipelajari,” kata Andri.

Biasanya, lanjut Andri, studi yang dilakukan terhadap model-model baru Toyota, itu mulai dari positioning produk tersebut di dalam portofolio produk Toyota yang telah ada di Indonesia. Bagaimana dampak dari positioning itu, apakah tidak menyulitkan varian produk lainnya, terutama yang sejenis? Bagaimana soal harga? Hingga kontiyuitas penjualan, apakah bisa erlangsung hingga seterusnya sampai generasi ke generasi berikutnya. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This