Penjualan Surut, Suzuki Belum Berniat Produksi Ignis di RI

Penjualan Surut, Suzuki Belum Berniat Produksi Ignis di RI
Ilustrasi Suzuki Ignis dimodifikasi - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kehadiran city car besutan Suzuki pada tahun 2017 seolah menghentak segmen mobil perkotaan di Tanah Air, karena langsung “memimpin” segmen itu dengan penjualan sebanyak 14.157 unit. Namun, di tahun berikutnya penjualan mobil yang dilabeli sebagai Urban SUV ini susut menjadi 13.802 unit.

Angka penjualan sepanjang tahun 2018 itu masih terbilang lumayan, karena setara 45,5% dari total penjualan seluruh city car. Dengan kata lain, Ignis masih menjadi pemimpin di segmen tersebut.

Kondisi mulai berubah, ketika menapaki tahun 2019. Cemerlangnya penjualan Ignis yang terjadi tahun sebelumnya seakan memudar, dengan penjualan yang menurun.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, penjualan Ignis dari pabrik ke diler (wholesales) di rentang waktu Januari – September lalu hanya 3.818 unit.

Posisi Ignis pun digeser city car besutan Honda, yakni Honda Brio. Mobil ini terdistribusi ke diler sebanyak 11.155 unit, selama sembilan bulan pertama itu.

Suzuki Ignis, salah satu mobil yang masih diimpor secara utuh oleh Suzuki Indonesia – dok.Motoris

Susutnya penjualan mobil yang diimpor secara utuh (CBU) dari India itu juga diakui 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra. Namun, kata dia, menciutnya penjualan itu lebih dikarenakan perubahan haluan strategi pemasaran dan penjualan PT SIS.

“Perubahan itu, karena kami ingin fokus memasarkan model-model produksi dalam negeri (pikap New Carry dan All New Ertiga). Bahkan, ekspor produk lokal ini kami genjot. Ini sebagai upaya untuk mendukung pemerintah yang menggalakan ekspor,” ungkap Donny saat ditemui di sela peluncuran New Baleno hatchback, di Jakarta, Jumat (20/12/2019) lalu.

Terebih, kata Donny, sepanjang tahun 2019, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga fluktuatif. Untuk mengurangsi risiko terjadinya risiko akibat nilai tukar itu, juga menjadi pertimbangan perusahaan untuk lebih mengutamakan produk dalam negeri.

Suzuki Ignis Sport – dok.Motoris

“Untuk mengurangi risiko, kami fokus terhadap penjualan kendaraan yang kami produksi di sini. Memang, ini (fokus ke produk lokal) penjualan Ignis menurun hingga 50 persen, dari 1.500 unit menjadi 800 unit per bulan,” terang Donny.

Produksi lokal
Sementara menyinggung kemungkinan dilakukan perakitan Ignis di dalam negeri mengingat mobil itu memiliki segmen pembeli tersendiri, Donny menyebut kemungkinan seperti itu hingga saat ini belum ada. “Hingga saat ini belum ada rencana CKD (impor dalam bentuk terurai kemudian dirakit di Indonesia),” tandas dia.

Pernyataan senada diungkapkan 4W Sales Director PT SIS, Makmur, di tempat yang sama. Menurut Makmur, ada beberapa aspek yang harus dipenuhi untuk melakukan lokalisasi produksi sebuah model.

Selain, volume atau pangsa pasar dari model yang akan dibuat terhadap total penjualan mobil, kinerja penjualan model yang bersangkutan selama ini, juga soal investasi yang harus digelontorkan. Artinya, skala ekonomi menjadi pertimbangan tersendiri.

Suzuki Ignis dalam balutan Rally Looki – dok.Motoris

“Untuk melokalkan produksi sebuah model, itu kita lihat berbagai aspek yang terkait. Bahkan termasuk soal regulasi (yang berkaitan dengan proses produksi lokal). Jadi, intinya kita terus melakukan studi untuk itu (melokalkan produksi sebuah model),” ucap dia. (Mus/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS