Kuatnya Brand Kijang Innova, Bukan Sekadar Nama

Kuatnya Brand Kijang Innova, Bukan Sekadar Nama
Toyota All New Kijang Innova - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sejak hadir 15 tahun lalu hingga saat ini, nama Toyota Kijang Innova telah melekat kuat di benak masyarakat sebagai mobil keluarga sejati. Namun, kuatnya ingatan masyarakat terhadap mobil ini bukan semata-mata nama Kijang Innova yang telah lama terdengar dan malang melintang di pasar otomotif Indonesia.

“Ini dikarenakan kuatnya brand. Dan brand itu kan kalau kita simak literatur yang mengutip para pakar, bukan sekadar nama. Philip Kotler (pakar pemasaran) misalnya, menyebut brand adalah sebuah nama yang diberikan kepada sebuah produk untuk menyampaikan kumpulan sifat, manfaat, dan jasa yang memiliki nilai lebih dari produk itu kepada pelanggan secara konsisten,” tutur Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, saat ditemui Motoris di sela acara Year End Media Gathering Toyota 2019, di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Nilai-nilai brand yang seperti itulah, lanjut Anton, yang senantiasa dijadikan acuan oleh Toyota dalam setiap membuat produk sesuai dengan posisi produk maupun kebutuhan masyarakat. Termasuk dalam membuat Toyota Kijang Innova tahun 2004 lalu, hingga pengembangan generasi-generasi berikutnya.

Toyota Super Kijang, adalah varian yang banyak digemari masyarakat karena kapasitas angkut penumpang dan bagasinya besar. Karakter ini juga diwarisi Toyota Kijang Innova – dok.Motoris

“Mulai dari platform yang menjadi dasar, fitur kenyamanan dan keamanan, sampai gaya desain Toyota Kijang Innova itu didasari tujuan bagaimana men-deliver (mewujudkan secara nyata) sebuah kendaraan keluarga yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan itu ternyata berhasil,” terang Anton.

Pernyataan senada diungkapkan Deputy General Manager Marketing Planning TAM, Andri Widiyanto saat ditemui di tempat yang sama. Menurut dia, kuatnya brand Kijang Innova dikarenakan MPV ini memberi bukti nyata berupa kenyamanan, keamanan, biaya operasional yang tak mahal, hingga gaya desain yang sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Ukurannya sederhana saja. Kalau nilai-nilai brand itu tidak terbukti nyata, atau tidak sesuai, tentu masyarakat tidak akan membeli. Faktanya, sampai tahun ini, hingga Oktober lalu (2019) pangsa pasar Kijang Innova di segmennya mencapai 97%,” papar dia.

Toyota Kijang Innova generasi pertama yang diluncurkan pada tahun 2004 – dok.Motoris

Penjualan terus naik
Sepanjang Januari – Oktober Toyota Kijang Innova telah terjual 48.000-an unit lebih. Penjualan ini menambah daftar panjang jumlah pemilik Toyota Kijang Innova di Tanah Air.

Data internal TAM maupun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukan, dalam lima tahun setelah diluncurkan atau dari 2004 hingga Januari 2013, Toyota Kijang Innova telah terjual hingga 459.240 unit. Sedangkan sepanjang tahun 2018 lalu, MPV ini terjual sebanyak 59.630 unit, dengan penguasaan pangsa pasar 90,3% di segmennya.

“Tetapi, yang perlu dicatat penjualan yang terus naik itu bukan karena (Kijang) Innova, relatif tidak ada pesaing. Memang produknya bagus,” tegas Andri.

Ilustrasi, Toyota Innova yang dipajang di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Pernyataan Andri diamini, pengguna MPV medium Toyota tersebut, Nugraha Reza. Menurut pria yang telah berganti Toyota Kijang Innova hingga tiga kali ini – pertama tahun 2006, kedua tahun 2009, dan ketiga tahun 2011 – mobil ini memiliki keunggulan tersendiri.

“Kabin yang luas, legroom lapang, bagasi besar. Kemudian, nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh, muat banyak untuk mengangkut keluarga maupun barang, adalah ciri kendaraan keluarga yang diharapkan masyarakat Indonesia. Ini klop dengan budaya masyarakat Indonesia. Jadi itulah brand value yang diidamkan masyarakat dan berhasil di-delivery Toyota Kijang Innova,” ungkap dia.

Pengalaman
Menurut Andri Widiyanto, penjualan yang terus meningkat sehingga paralel dengan jumlah populasi Toyota Kijang Innova telah membuka mata masyarakat bahwa mobil ini memang cocok dan klop dengan kebutuhan masyarakat.

“Fakta itulah yang kemudian ikut mendongkrak promosi, dalam pemasaran,” ucap dia.

Kepala Riset Eternity Marketing Research Specialist, Eko Wahyu Utomo, sepakat dengan pendapat Andri. Dia menyebut, dari hasil riset yang dilakukannya selama ini menunjukan hal seperti itu.

“Informasi dari mulut ke mulut dari orang yang telah menggunakan sebuah produk, yang disampaikan ke orang lain jauh lebih tokcer. Karena dengan didasari pengalaman nyata, masyarakat akan jauh lebih cepat percaya. Ini sekaligus menunjukan promosi below the line secara tak sengaja telah terjadi di masyarakat, dan itu efektif karena berlangsung dalam kegiatan nyata, ” papar dia saat dihubungi Motoris, Senin (16/12/2019).

All New Kijang Innova yang saat ini tengah dipasarkan di Indonesia lahir tahun 2015 lalu- dok.Motoris

Namun, Eko tak menampik bahwa sebuah nama merek atau brand yang sering disebut di masyarakat akan berpengaruh besar terhadap posisi merek itu di benak masyarakat. Sehingga semakin sering disebut orang akan semakin mengenalnya atau tingkat awareness-nya semakin tinggi terhadap nama merek itu.

“Tetapi, fakta selama ini menunjukan bahwa nama yang sering disebut atau berada di top of mind, belum pasti memiliki korelasi yang tinggi dengan keputusan membeli, manakala produk tersebut belum tentu dibeli. Artinya, produk itu memang dikenal, tetapi belum tentu dibeli,” kata dia,

Meski, fakta juga berbicara, untuk Toyota Kijang Innova ternyata dua faktor itu telah berlaku dan berkorelasi. Nama Toyota Kijang Innova yang merupakan generasi penerus Toyota Kijang yang melegenda di Indonesia sebagai MPV sejatinya, terus terbawa hingga kini. Ketangguhan, kenyamanan, keiritan MPV itu telah terbukti.

Toyota All New Kijang Innova, sepanjang tahun 2019 ini menguasai 97% pangsa pasar MPV medium di Indonesia – dok.Motoris

Anton Jimmi Suwandy menambahkan, sejak awal hadir pada 1977 hingga 2019 yakni sejak Toyota Kijang hingga Toyota Kijang Innova telah terjual lebih dari 2 juta unit. Mengapa begitu? karena Toyota Kijang lahir sebagai jawaban atas kebutuhan dan harapan masyarakat Indonesia saat itu yang membutuhkan mobil keluarga.

“Kebutuhan itu semakin terpenuhi secara nyata karena pengembangan Toyota Kijang hingga Kijang Innova terus memperhatikan dan mendengar masukan masyarakat. Itulah nilai nyata brand dari Toyota Kijang Innova,” imbuh Anton. (ADV/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS