Penjualan Fortuner di 2019 Melorot, Ini Penyebabnya

Penjualan Fortuner di 2019 Melorot, Ini Penyebabnya
Toyota Fortuner - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Penjualan Toyota Fortuner di Indonesia baik dari pabrik ke diler (wholesales) maupun langsung ke konsumem (ritel) sepanjang tahun 2019 kemain merosot. Namun, SUV Toyota ini tercatat sebagai SUV terlaris di India.

Data PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebut, sepanjang tahun 2019 atau dari bulan Januari hingga Desember, wholesales Toyota Fortuner sebanyak 16.600-an unit. Sedangkan penjualan langsung ke konsumen atau ritel di periode itu sebanyak 18.200-an unit.

Penjualan SUV Toyota itu susut dibanding tahun 2018 lalu. Data yang sama menunjukan, wholesales di tahun itu mencapai 20.800-an unit. Sedangkan penjualan ritel mencapai 20.200-an unit.

Soal menciutnya penjualan tahun 2019, Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy menyebut kondisi pasar mobil memang tengah muram, susut 11 – 12%. “Penurunan ini terjadi, karena ikut (terkena imbas) total market yang turun ya. Jadi Fortuner (meski, di Juli lalu di GIIAS 2019 ditawarkan varian TRD), belum bisa melawan arus tren penurunan pasar. Ini juga dialami model lain. Dan saya kira (merek) yang lain juga (mengalami),” ungkap dia saat dihubungi Motoris, di Jakarta, Jumat (10/1/2020) malam.

Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo diluncurkan di gelaran GIIAS 2019 di ICE, Serpong, Tangerang – dok.Motoris

Menurut Anton, konsumen di segmen SUV High (atau sebagian kalangan menyebutnya dengan segmen SUV Ladder Frame) berbeda dengan segmen Low SUV. Pada segmen ini, selain faktor tampilan model – baik versi penyegaran ataupun versi baru – yang dipertimbangkan konsumen, juga faktor ekonomi dan politik.

Calon pembeli pada segmen ini, meski memiliki daya beli tinggi, namun juga sangat jeli dalam membelanjakan anggaran. Mereka paham situasi dan kondisi ekonomi, serta sangat rasional bukan sekadar emosional dalam hal pembelanjaan.

“Jadi faktornya, selain enhancement (peningkatan) produk, juga faktor ekonomi dan politik (Pemilu dan pasca Pemilu). Banyak juga customer yang wait and see keadaan. Menahan pembelian,” kata Anton.

Ilustrasi, Isuzu MU-X i-Series, tipe baru SUV 7 kursi Isuzu mu-X di GIIAS 2019, Juli lalu – dok.Motoris

Di pasar segmen ini, Toyota Fortuner mampu bersaing ketat dengan Mitsubishi Pajero Sport. Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari – Juni atau semester pertama 2019, Toyota Fortuner terjual 8.129 unit, dan Mitsubishi Pajero Sport 10.316 unit.

Meski demikian, Fortuner masih jauh mengungguli Nissan Terra yang terjual 390 unit. Bahkan di atas Chevrolet Trailblazer yang terjual 206 unit dan Isuzu mu-X yang laku 125 unit.

Data Gaikindo juga menunjukan, sepanjang Agustus – Oktober, Fortuner sempat “meneror” penjualan Pajero Sport. Tercatat, sepanjang Agustus Fortuner terjual 1.630 unit, September 1.075 unit dan Oktober 1.606 unit.

Mitsubishi Pajero Sport – dok.Motoris

Sementara, Pajero Sport pada Agustus membukukan penjualan 1.346 unit, September: 1.098 unit, dan Oktober: 1.369 unit. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS