SUV Jadi Kambing Hitam Polusi Udara di Eropa

SUV Jadi Kambing Hitam Polusi Udara di Eropa
Ilustrasi, SUV Mercedes-Benz G-Class - dok.Mercedes-Benz

London, Motoris – Melambungnya permintaan kendaraan sport utility vehicle (SUV) dalam beberapa tahun terakhir turut meningkatkan pemanasan global. Padahal, produsen mobil listrik telah berinvestasi miliaran dolar untuk memenuhi aturan emisi yang lebih ketat dari Uni Eropa.

Badan Energi Internasional Amerika Serikat (IEA) dalam laporan World Energy Outlook 2019, mengatakan lonjakan dua kali lipat pangsa pasar SUV berdampak pada peningkatan karbondioksida (CO2). Emisi karbon dari SUV tumbuh hampir 0,55 gigaton selama dekade terakhir menjadi sekitar 0,70 gigaton.

“Akibatnya, SUV adalah kontributor terbesar kedua untuk peningkatan emisi CO2 global sejak 2010 setelah sektor listrik,” dalam laporan yang dilansir Reuters.

Sekarang, masih dalam laporan IEA tersebut terdapat lebih dari 200 juta SUV di seluruh dunia, naik dari sekitar 35 juta pada 2010, terhitung 60% dari peningkatan armada mobil global sejak 2010.

Data IEA menunjukkan jika popularitas SUV terus meningkat sejalan dengan tren baru-baru ini,
“Proyeksi kami dapat menambah 2 juta barel per hari untuk permintaan minyak 2.040,” bunyi laporan IEA.

Ilustrasi, SUV SsangYong Musso- dok.Istimewa

BMW dan Mercedes-Benz adalah dua pemain elite otomotif asal Jerman yang memecahkan rekor penjualan SUV di tahun 2019. BMW mengatakan Jumat (10/1/2020) pengiriman mobil mewah naik 2% sekaligus memecahkan rekor penjualan hingga menembus 2.168.156 kendaraan tahun lalu. Torehan ini berkat lonjakan 21% penjualan kendaraan SUV tipe X yang sekarang naik 44% dari penjualan global.

Sementara bagi Mercedes-Benz, mobil premium terlaris di dunia, SUV menempati urutan ketiga dari produk yang paling banyak dijual tahun lalu. “Preferensi konsumen untuk SUV melebihi keuntungan dari mobil listrik,” kata IEA.

Para pembuat mobil grup Jerman ini kendaraan mereka adalah salah satu yang paling efisien soal bahan bakar, berkat teknologi hybrid. Dan pelanggan juga dapat memilih untuk membeli mobil yang lebih kecil, lebih hemat dari SUV. Meskipun Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) mengatakan banyak permintaan itu untuk model yang lebih efisien.

“Hanya kurang dari 5% SUV yang merupakan kendaraan kelas mewah besar,” ujar VDA dalam laporannya.

Ilustrasi, SUV VW Tiguan Allspace – dok.CarsIreland

Adapun keberhasilan pasar segmen SUV ini terutama disebabkan model yang menarik di SUV compact dan menengah, dengan konsumsi bahan bakar sejalan lebih rendah.

SUV merek grup Jerman yang baru terdaftar telah mengurangi emisi CO2 sebesar 35% sejak 2008. Anggota parlemen Uni Eropa sepakat pada Desember 2018 bahwa mobil harus memotong emisi CO2 hingga 37,5% mulai tahun depan hingga 2030.

Jika gagal membatasi emisi, siap-siap saja dijatuhi sanksi pinalti yang cukup tinggi dari Uni Eropa atas setiap penjualan mobil penyumbang emisi yang masih tinggi. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This