Persaingan Makin Seru, PO Bus Jor-joran Beli Chassis Baru

Persaingan Makin Seru, PO Bus Jor-joran Beli Chassis Baru
Chassis bus Scania K410 baru milik PO SAN - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Menjelang lebaran tahun 2020 yang jatuh pada Mei nanti, sejumlah Perusahaan Otobus (PO) sudah ancang-ancang melakukan gebrakan bisnis untuk menggaet pelanggan atau konsumen melalui perbaikan layanan. Caranya, mereka membeli chassis baru yang tak sedikit diantaranya merupakan chassis premium alias kelas atas.

Menariknya, meski chassis itu tergolong kelas premium tak semuanya diperuntukan bagi layanan kelas eksekutif. PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) misalnya. Perusahaan ini telah membeli 8 unit chassis baru Scania K410 yang rencananya digunakan untuk melayani trayek Sumtera hingga ke Jawa dengan kelas bisnis, bukan eksekutif.

Chassis anyar itu merupakan peremajaan, untuk menggantikan 10 unit bus Hino lawas yang dilego atau dipensiunkan. Rute yang bakal ditelusuri adalah Pasir Pangairan – Pekan Baru – Jambi – Palembang – Tol Tras Sumatera – Jakarta – Tol Trans Jawa – Solo, dan berakhir di Blitar Jawa Timur.

“Kami memang sengaja memberi layanan yang memanjakan market segmen low (bawah) dengan menggunakan chassis premium ini. Konsumen yang kami bidik adalah, para pekerja perkebunan kelapa sawit, karyawan pabrik pulp (pabrik kertas), dan para pekerja bangunan asal Jawa dan lainnya yang bekerja di wilayah Riau. Ini jumahnya sangat banyak,,” ungkap Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan, kepada Motoris, Selasa (14/1/2020) lalu.

Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan – dok.Istimewa

Kini dari 8 chassis itu, 4 diantaranya telah dikirim ke perusahaan karoseri, yakni 2 unit ke Adiputro dan 2 unit ke Laksana. Direncanakan pada April nanti, bus sudah dioperasikan di jalan.

“Satu hal lagi, untuk menambah kenyamanan, bus-bus ini pelek alumunium dari pabrikan pelek asal Cina. Ini kualitasnya bagus, harganya terjangkau,” kata pria yang akrab disapa Sani itu.

Belanja chassis baru juga dilakukan PO Haryanto. Perusahaan operator bus asal Kudus, Jawa Tengah ini, pada pekan lalu telah memborong 21 unit chassis bus Mercedes-Benz.  Akun Facebook Suhendra Wae via Haryanto Mania menyebut bus-bus itu diproyeksikan untuk menambah dan meremajakan armada yang akan digunakan melayani penumpang pada Lebaran 2020, Mei nanti.

“Dari 21 chassis itu, 10 unit merupakan model Mercedes-Benz 1526 dan 11 unit model 1626. Perbedaan keduanya ada di suspensi. Di mana tipe 1626 sudah dilengkapi built in air suspension (suspensi udara) dan 1526 masih bertipe leaf spring (per daun),” sebut akun itu.

Chassis bus Mercedes-Benz baru pesanan PO Haryanto – dok.Facebook

Layanan menjadi tuntutan
Membeli chassis baru juga dilakukan PO Bus asal Denpasar Bali, yakni PO Gunung Harta. Yang paling gres, 2 unit Volvo B11R untuk melayani trayek Bogor – Jakarta – Malang, dan Jember – Surabaya – Jakarta.

“Ini sengaja kami luncurkan pada 27 Desember 2019 lalu, untuk pengenalan lebih awal. Dan respon masyarakat bagus, karena tingkat isian sudah 70% lebih bahkan penuh saat week end. Sehingga, pada saat menjelang lebaran dan hari H lebaran, kami sudah siap melayani penumpang kelas eksekutif,” ungkap Direktur Utama PO Gunung Harta, I Gede Yoyok Santoso, saat dihubungi Motoris, Rabu (15/1/2020).

Menurut, Yoyok kehadiran chassis premium dalam rangka penambahan maupun peremajaan armada, pada saat ini merupakan keharusan. Sebab, kata dia, hal itu sebuah tuntutan keadaan.

Bus milik PO Gunung Harta bers-chassis Volvo B11R – dok.Gunung Harta

“Karena masyarakat menginginkan layanan yang lebih prima. Pada sisi lain, kita juga ingin bersaing dengan moda transportasi lain seperti kereta dan pesawat. Kalau enggak berbenah yang lewat kita. Sekarang, momen dan kondisinya tepat untuk menggenjot kampanye kembali ke bus, karena infrastruktur jalan tol sudah menyambung di Jawa,” papar Yoyok.

Terlebih, lanjut Yoyok, persaingan semakin seru tak hanya terjadi dengan moda transportasi lain, tetapi juga dengan sesama operator bus. Bahkan, dengan transportasi darat lainnya tetapi beda jenis, yakni dengan angkutan jasa layanan travel yang menggunakan kendaraan lebih kecil.

Untuk itu, di pertengahan tahun (2020) nanti, PO Gunung Harta akan menambah 8 chassis baru, yakni 4 unit chassis Mercedes-Benz 2542 dan 4 unit Volvo B11R. Selain untuk peremajaan armada yang melayani trayek Banyuwangi – Madura, juga untuk penambahan.

“Karena kami akan membuka trayek baru, yang potensi pasarnya cukup menjanjikan,” kata Yoyok tanpa bersedia menyebut trayek tersebut.

Jor-joran para PO dalam membeli chassis baru untuk penambahan maupun peremajaan armada juga diakui oleh salah seorang eksekutif perusahaan karoseri Adiputro, Jesse Jethrokusumo. “Ya, sejak tahun 2017 yang lalu, banyak PO yang membeli chassis baru. Termasuk karoserinya kami yang menggarap. Peningkatan order itu terasa signifikan,” ujar dia saat dihubungi Motoris, Rabu (15/1/2020).

Dia juga tak menampik informasi, umumnya chassis anyar yang dibeli PO tersebut bermesin dengan kapasitas besar dan kelas premium. “Ya, itu sesuai dengan kondisi infrastruktur yang semakin membaik. Sehingga, PO juga ingin meningkatkan layanan dengan perjalanan yang semakin cepat, sehingga bus digeber terus. Jadi butuh engine gede,” imbuh Jesse.(Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This