Meluncur di RI, Ini Tantangan Berat Kia Seltos

Meluncur di RI, Ini Tantangan Berat Kia Seltos
Kia Seltos - dok.Autoblog

Jakarta, Motoris – Hari ini, Senin (20/1/2020) PT Kreta Indo Artha (KIA) meluncurkan SUV kompak Kia Seltos di Indonesia. Mobil yang merupakan produk global besutan pabrikan Korea – Kia Motor Corporation – itu menghadapi tantangan cukup berat di pasar otomotif Tanah Air.

Kia yang merupakan bagian dari Hyundai Group, di Indonesia memiliki kiprahnya pada tahun 2000. Meski, pada awal-wal kehadirannya kinerjanya tak jelek-jelek amat, namun di tahun-tahun terakhir sebelum keagenan dan distribusinya diambil alih oleh KIA dari PT Kia Mobil Indonesia (KMI), catatan penjualannya tidaklah menggembirakan.

Setelah beberapa tahun sebelumnya data penjualannya tidak terlihat, data terakhir di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari – Juni 2018, atau semester pertama tahun itu tercatat hanya 122 unit. Penjualan hanya terjadi pada Januari sebanyak 70 unit, Febrari 36 unit, dan Maret 16 unit. Sedangkan pada April dan Mei masing-masing nihil.

Tetapi, secara umum, sejatinya penjualan Kia di Indonesia tidaklah mencorong. Hanya biasa-biasa saja. Meski sempat membukukan lonjakan distribusi, namun ternyata turun lagi, hingga tak terdengar lagi.

Data berbicara, dengan lima produk yang disajikan, KMI – yang mulai berjualan tahun 2001 – berhasil melego mobil ke diler (wholesales) sebanyak 6.534 unit mobil pada tahun 2001. Sejak tahun itu hingga tahun 2005, rata-rata penjualan saban tahun mencapai 5.000 – 6.000 unit.

Tampilan belakang Kia Seltos – dok.Autoblog

Namun, di tahun 2006 penjualannya ambles hingga hanya 3.852 unit. Kinerja penjualan dengan volume rata-rata 3.000-an unit itu bertahan hingga tahun 2010. Sebab, sepanjang tahun 2007 – 2009, KMI tercatat memang tak meluncurkan produk baru maupun versi penyegaran dari produknya.

Baru pada tahun 2010, agen pemegang merek Kia di Indonesia itu meluncurkan New Picanto Cosmo dan New Pride. Tahun berikutnya Kia All New Sportage, All New Picanto, dan All New Rio digelontorkan.

Sontak, penjualan (wholesales) atau distribusi dari pabrik ke diler melonjak tahun 2012. Jumlahnya mencapai 13.651 unit. Inilah puncak penjualan Kia di Indonesia. Namun tahun berikutnya, penjualan mengkerut hingga hanya 12.121 unit. Tetapi sekali lagi, itu wholesales bukan penjualan langsung ke konsumen. Setelahnya kabar tentang penjualannya tak terlacak lagi.

Kia Seltos, SUV kompak terbaru besutan Kia Motors – dok.Autoindustriya

Citra merek dan tantangan
Seorang kolega Motoris di Gaikindo menyebut, sejatinya produk-produk Kia kualitasnya diakui oleh masyarakat dunia. Terbukti, mobil-mobil Kia juga dipasarkan dan diterima di Amerika dan Eropa.

Kia juga memberi sumbangan penjualan yang signifikan bagi Hyundai Group. Namun, di Indonesia, citra merek Kia – dan merek lainnya dari Korea – pamornya masih kalah jauh dengan merek-merek dari Jepang.

“Ini sebenarnya soal persepsi subyektif. Misalnya, dengan harga dan kualitas yang sama, orang Indonesia akan memilih merek dari Jepang. Karena alasan-alasan yang sebenarnya hanya selera dan persepsi subyektif saja. Orag beranggapan nanti jika dijual lagi, merek Jepang bakal lebih gampang. Terus, spare part-nya mudah didapat karena populasinya banyak meskipun ini bisa diperdebatkan. Tetapi itulah faktanya. Untuk membalik keadaan tentu dibutuhkan effort (upaya) yang ekstra keras, apalagi sebelumnya penjualan sempat turun terus, sehingga persepsi menjadi kurang bagus (di mata konsumen),” ungkap dia saat dihubungi, Minggu (19/1/2020).

Ilustrasi, mesin Kia Seltos – dok.Autoindustriya

Persepsi seperti itu, lanjut sang kolega, hingga kini masih ada di benak masyarakat. Terlebih, taka ada penjelasan yang gamblang dan transparan, soal penjualan yang merosot, dan beralihnya hak keagenan merek dan distribusi. Semua masih menjadi teka-teki.

Tantangan seperti inilah yang juga dihadapi oleh Kia Seltos. Membangun brand awareness dan menempatkan merek Kia di benak orang Indonesia (top of mind) bahwa merek asal Korea bukanlah merek kelas kedua dan lainnya masih harus lebih gencar dilakukan.

Tantangan kedua, ceruk pasar SUV yang dirangsek Kia Seltos bukanlah ceruk pasar yang besar. Porsi pasar SUV – meski terus bertumbuh di Indonesia – namun tidaklah sebesar MPV. Sementara, pemain di segmen ini juga banyak dengan gelontoran model baru yang cukup aktif.

Terlebih, Kia Seltos – model yang dijual di India dan Filipina – berformasi tempat duduk lima kursi penumpang.

“Sementara, kita tahu, selama ini model yang paling diminati konsumen di Indonesia itu tujuh kursi penumpang. Tapi, yang pasti, kehadiran Seltos ini akan menjadikan pasar semakin semarak dengan banyaknya alternatif pilihan,” ungkap dia.

Tampilan belakang Kia Seltos varian warna biru yang dijual di Filipina – dok.Autoindustriya

Tantangan lain yang juga cukup berat adalah – di luar merek Jepang – hadirnya merek asal Cina yakni Wuling dan DFSK. Keduanya, dikenal sebagai merek yang menyodorkan model dengan harga yang lebih murah dibanding pesaing.

Sementara, gaya tampilan maupun fitur yang disajikan tak kalah dengan merek-merek lain. Terlebih, jika harus bertarung dengan merek-merek asal Jepang seperti Honda HR-V dan kawan-kawan. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This