Dunia Dibayangi Resesi, Ekspor Toyota Indonesia Masih Naik

Dunia Dibayangi Resesi, Ekspor Toyota Indonesia Masih Naik
Toyota Fortuner menjadi model yang paling anyak diekspor Toyota Indonesia sepanjang tahun 2019 lalu - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Perekonomian global sepanjang tahun 2019 lalu yang dihantui krisis ternyata tak serta merta menyusutkan kinerja ekspor Toyota Indonesia. Sepanjang tahun itu, ekspor mobil bermerek Toyota yang dikapalkan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam wujud utuh (CBU) tercatat sebanyak 208.500 unit naik dibanding tahun 2019 yang sebanyak 206.500 unit.

“Mempertahankan serta meningkatkan performa ekspor merupakan hal yang tidak mudah karena menyangkut banyak faktor seperti daya saing baik daya saing produk, infrastruktur pendukung hingga regulasi,” tutur Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, dalam pernyataan resmi, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan, masih mencorongnya ekspor Toyota itu tak lepas dari adanya tambahan negara tujuan baru ekspor. Negara-negara ini berada di kawasan Amerika Tengah, Mekong dan Afrika.

“Adanya tambahan tujuan baru ini cukup membantu dalam mengompensasi penurunan volume di beberapa negara terdampak krisis dan negara yang menerapkan hambatan non-tarif,” kata dia.

Toyota Fortuner – dok.TMMIN

Ekspor mobil merek Toyota itu, kata Warih, telah merambah lebih dari 80 negara tujuan. Negara-negara tujuan ekspor tersebut berada di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Karibia.

Fortuner dan Rush terbanyak
Warih menyebut, performa ekspor Toyota sepanjang tahun 2019 disokong oleh model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner dan Rush. Masing-masing membukukan ekspor sebanyak 45.300 unit dan 50.300 unit.

Terbanyak ketiga dibukukan oleh sedan Vios, dengan volume sebanyak 31.000 unit. Sedangkan di model Multi-Purpose Vehicle (MPV), Toyota Kijang Innova dan Avanza berhasil dikapalkan ke mancanegara dengan volume masing-masing 5.300 unit dan 28.900 unit.

Tak ketinggalan model Low Cost Green Car (LCGC) Agya mencatatkan ekspor CBU sebanyak 27.800 unit. Sedangkan model Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace melengkapi kinerja ekspor CBU bermerek Toyota dengan total volume sebanyak 19.900 unit.

Toyota juga mengirimkan kendaraan terurai (Complete Knock Down/CKD), selain dalam wujud CBU. Jumlah kendaraan dalam wujud CKD yang diekspor sebanyak 45.400 unit.

Ilustrasi Ekspor Toyota Kijang Innova – dok.Istimewa

Sementara ekspor mesin berbahan bakar bensin dan etanol dengan tipe TR dan NR dengan total 123.600 unit. Adapun ekspor komponen kendaraan yang dibukukan sepanjang tahun 2019 sebanyak 94,2 juta unit.
Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam menyatakan bahwa ke depan, selain karena dampak krisis global, dirupsi digital juga menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi industri otomotif.

Untuk menghadapi hal tersebut, kata Bob, TMMIN tengah menyiapkan upaya. Salah satunya dengan meningkatkan efisiensi melalui penerapan teknologi dengan tetap menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai “center of transformation”.

“Kompetisi ekspor yang makin ketat kedepannya, baik antar sesama pelaku industri otomotif maupun lintas sektor industri hingga persaingan antar negara dan antar kawasan, membutuhkan SDM berkapabilitas tinggi yang mampu menguasai teknologi guna melawan inefisiensi. Selain menjaga konsistensi perfoma ekspor maupun operasi yang telah eksis, saat ini kami tengah mempersiapkan diri agar transformasi menuju era elektrifikasi dan mobilitas dapat berjalan dengan mulus,” ujar Bob.

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono berbaju batik biru) bersama Direktur Administarsi Korporasi dan Komunikasi Eksternal TMIN Bob Azam – dok.Motoris

Sekadar catatan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Investasi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) memprediksi ekonomi dunia sepanjang tahun 2019 lalu hanya tumbuh 2,9%. Sejumlah negara telah masuk maupun berada di tepi jurang resesi, mereka antara lain Turki, Meksiko, serta Hong Kong. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This