Biaya Merawat Mobil Listrik Lebih Murah Rp 800 Ribuan

Biaya Merawat Mobil Listrik Lebih Murah Rp 800 Ribuan
Ilustrasi, stasiun pengecasan mobil listrik - dok.Wikiwand

Washington, Motoris – Mobil listrik bakal menjadi pilihan transportasi utama masyarakat dunia. Pemilik merasa nyaman menunggangi kendaraan ramah lingkungan meski di rumahnya memiliki mobil konvensional berbahan bakar bensin.

Studi terbaru yang dikeluarkan AAA Foundation for Traffic Safety, lembaga penelitian nirlaba di Amerika Serikat (AS), menyebutkan pemilik mobil listrik bisa menekan biaya pengeluaran kendaraan mencapai Rp 800.000-an per tahunnya dari mobil bermesin bensin.

Faktanya, seperti dilansir Cnet.com pengeluaran mobil listrik per tahunnya lebih irit sekitar US$ 600 atau Rp 818.000 dari mobil bertenaga bensin yang sebanding selama 5 tahun. Meskipun biaya bahan bakar yang dikeluarkan jauh lebih murah.

Mobil listrik membutuhkan biaya kira-kira US$ 546 untuk menempuh jarak 15.000 mil per tahun, sedangkan mobil bermesin bensin menyedot US$ 1.255 dengan jarak tempuh sama. Artinya, mobil listrik lebih irit sekitar US$ 600 dari kendaraan konvensional.

Ilustrasi, mobil listrik Hyundai – dok.Istimewa

Masih menurut data AAA Foundation for Traffic Safety, dalam studi terbarunya soal mobil listrik menunjukkan sebanyak 96% pemilik mobil listrik mengatakan akan membeli mobil listrik jenis lainnya. Mereka yang disurvei mengaku baru pertama kali memiliki mobil listrik tersebut.

Adapun jumlah peserta survei sebanyak 40.000 pemilik kendaraan listrik, ditambah 1.000 lebih pemilik mobil Hybrid. Hasil mengejutkan pun terlihat, sebanyak 43% pemilik mobil listrik ini lebih banyak mengemudi setelah memiliki mobil listrik tersebut, meskipun 78% dari mereka juga memiliki kendaraan jenis bensin di rumah.

Takut kehabisan baterai
Meski demikian, dalam studi terbarunya ini pun terkuak beragam kekhawatiran yang melanda pengguna mobil listrik. Seperti 57% orang AS cemas akan kehabisan baterai saat mengemudi.

Sementara 58% lainnya percaya tidak mudah menemukan tempat pengisian ulang daya mobil listrik lantaran masih terkendala sarana pendukungnya.

Ilustrasi mobil listrik Wuling E100 diperkenalkan di ajang GIIAS 2018 – dok.Motoris

Memang, infrastruktur pengisian daya kendaraan bertenaga baterai belum sebanding dengan keberadaan SPBU yang telah menyebar di berbagai daerah. Walau begitu, masih menurut studi ini 95% pemilik mobil listrik mengatakan mereka tidak akan kehabisan daya di tengah jalan saat mengemudi. (Gen)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This