Penjualan Kian Mini, Pasar Motor Sport Takkan Mati

Penjualan Kian Mini, Pasar Motor Sport Takkan Mati
Ilustrasi,salah satu motor sport Honda - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang tahun 2019 lalu kembali menunjukan bahwa penyusutan pasar motor sport semakin menyusut. Meski, tren seperti ini terjadi, namun sejumlah kalangan meyakini pasar motor – yang biasa disebut motor laki – ini bakal mati.

Seperti diungkapkan pengamat otomotif yang juga pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) Yos Sunitiyoso, segmen pasar motor sport masih akan ada. Meski, soal besaran ceruk pasar bisa mengecil atau membesar.

“Dalam sebuah bisnis, pangsa pasar menurun atau naik itu sesuatu hal yang biasa. Karena permintaan produk juga dipengaruhi oleh perilaku konsumen. Sedangkan perilaku konsumen itu terjadi karena beberapa faktor. Intinya kebutuhan. Dan kebutuhan itu kan dipicu beberapa hal, pertama karena kepentingan fungsi atau kegunaan. Kedua, untuk penopang gaya hidup seperti hobi atau penampilan,” ungkap Yos saat dihubungi, Selasa (28/1/2020).

Pernyataan senada diungkapkan Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala beberapa waktu sebelumnya. Dia meyakini, motor sport mash akan tetap ada atau tidak punah, meski soal penjualan dan pangsa pasar mengecil sekali pun.

Astra Honda Motor menyegarkan tampilan motor sport full fairing Honda CBR150 dengan warna dan striping baru – dok.Istimewa

“Selain karena hobi, atau gaya hidup ada kebutuhan-kebutuhan lain. Misalnya, di daerah-daerah tertentu yang memang kondii alamnya membutuhkan sepeda motor jenis sport,” ucap Sigit, beberapa waktu lalu.

Jika saat ini, pangsa motor sport menyusut, hal itu dikarenakan banyak konsumen yang beralih ke skuter matik. Terlebih, para pecinta motor sport yang juga beralih ke skutik maxi atau skutik gambor yang dirasa memiliki performa dan kegagahan tak kalah dengan motor sport.

Fungsional dan emosional
Soal peralihan konsumen dari motor sport ke skutik juga diakui oleh Kepala Riset Eternity Marketing Specialist, Eko Wahyu Utomo. Dia menyebut, membaiknya kondisi jalanan dan pengaruh tren mode atau gaya hidup.

“Apalagi, skutik itu menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam berkendara. Tetapi, bukan berarti pasar motor sport akan mati. Karena masih ada peminat yang tak sedikit. Konsumen motor sport ada dua kategori. Pertama, konsumen yang membutuhkan motor sport karena prioritas fungsional. Dan kedua, konsumen karena emosional,” papar dia saat dihubungi, Rabu (29/1/2020).

Ilustrasi, Suzuki GSX150 Bandit dengan sentuhan modifikasi bergenre Neo Scrambler – dok.Motoris

Data AISI menunjukan, dar total penualan sepeda motor sepanjang tahun 2019 yang sebanyak 6.487.460 unit, penjualan motor sport hanya 373.995 unit atau hanya 5,76%. Jumlah ini menciut dibanding tahun 2018 yang masih sebanyak 477.213 unit atau 7,47% dari total penjualan motor.

Padahal, di tahun 2009 porsi penjualan motor sport masih sebanyak 8,07 % dari total penjualan yang sebanyak 5.881.777unit. Saat itu, motor sport terjual sebanyak 474.538 unit. (Fer/Ara).

CATEGORIES
TAGS
Share This