Diramal Kolaps, Nissan Malah Siapkan SUV Murah

Diramal Kolaps, Nissan Malah Siapkan SUV Murah
Teaser SUV kompak Nissan - dok.Nissan Global

New Delhi, Motoris – Beberapa waktu lalu, bekas Chief Executive Officer Nissan Motor Company Carlos Ghosn disebut pernah meramalkan pabrikan itu dalam 2 – 3 tahun lagi bakal kolpas alias bangkrut. Faktanya, penjualan Nissan di berbagai belahan dunia memang tengah dilanda keterpurukan.

Namun, pabrikan asal Yokohama, Jepang, ini seakan tak sudi menyerah terhadap nasib. Apalagi yang kondisi yang hanya didasari sebuah ramalan. Pabrikan terus berjuang mengubah keadaan, dengan inovasi baru.

Kabar teranyar yang dilansir Zigwheels, The Hindustan, dan India Today, Selasa (27/1/2020) membuktikan hal itu. Pabrikan kini diketahui tengah menyiapkan sebuah SUV kompak – yang di India bakal bertarung dengan Hyundai Hyundai Venue, Maruti Suzuki Vitara Brezza dan Tata Nexon – yang bakal diluncurkan tahun 2020 ini juga.

Sebuah teaser dari SUV tersebut bahkan telah beredar. Memang, belum ada penjelasan resmi soal spesifikasi dan segala tetek bengek terkait jari diri SUV ini.

Namun, informasi yang santer terdengar mengatakan, mobil ini bakal menggunakan basis milik Renault HBC. Platform bernama CMF-A+ tersebut kini juga digunakan oleh Renault Triber, yang baru saja melenggang ke pasar otomotif dunia, termasuk Indonesia.

Renault Triber yang juga menggunakan platform CMF-A+ – dok.Motoris

Jika Nissan menggunakan milik Renault itu sesuatu yang lumrah. Pasalnya, kedua pabrikan hingga kini masih terikat dengan aliansi, sehingga memungkinkan berbagi platform atau teknologi demi efisiensi ongkos produksi.

Hanya, lagi-lagi gambar teaser pun juga belum memberikan gambaran jelas seperti apa nantinya tampilan SUV itu. Tetapi yang pasti, sedikit terbaca, gaya tampilan Nissan Kick dan Nissan X-Trail sepertinya diadopsi SUV ini.

Kinerja turun
Sebelumnya, seperti dilansir laman Bloomberg, seorang pengacara yang juga bekas jaksa penuntut di Jepang, Nobuo Gohara menyatakan eks bos Nissan, Carlos Ghosn sempat berujar kemungkinan dalam 2-3 tahun lagi Nissan bakal bangkrut atau kolaps. Hanya, pria yang juga dikenal sebagai pengeritik keras sistem peradilan di Jepang itu tak merinci seperti apa ramalan pria yang kini terbelit skandal keuangan pabrikan tersebut.

Meski, Gohara memastikan dirinya telah bertemu dan mewawancarai Ghosn hingga lima kali dalam rangka penulisan sebuah buku yang tengah dia kerjakan. Gohara juga memastikan, dia diizinkan oleh pria yang juga eks bos Renault tersebut untuk menceritakan ke publik tentang pembicaran mereka.

Sementara, fakta berbicara, kinerja Nissan di pasar global memang tengah morat-marit. Seperti dilaporkan Wall Street Journal dan Reuters beberapa waktu lalu, pada Juli 2019 kemarin, Nissan mengumumkan pengurangan produksi yang luas dan rencana untuk memberhentikan sekitar 9% dari staf globalnya.

Ilustrasi, Nissan X-Trail Facelift yang juga dipasarkan di Indonesia- dok.Motoris

Sementara di kuartal kedua tahun fiskal 2019/2020 atau di rentang Juli – September 2019 laba operasi Nissan longsor 70% menjadi US$ 274 juta dibanding periode sama tahun lalu. Alhasil pendapatan di kuartal itu pun susut 6,6% menjadi US$ 24 miliar. Pasalnya, penjualan juga ambles hingga 7,5%, dan hanya 1,27 juta unit di seluruh dunia.

Di Indonesia, pada semester pertama 2019, Nissan hanya membukukan penjualan sebanyak 7.176. Meski naik 49% namun masih jauh tertinggal dibanding pesaing utama yang juga merek asal Jepang, Toyota, yang saat itu melego 154.360 unit.

Akibat muramnya penjualan ini, Nissan seperti dilaporkan Nikkei Asia terpaksa harus memangkas sekitar 12.500 jumlah pekerja hingga tahun 2023. Bahkan, rencana itu telah berjalan dengan pemangkasan di sejumlah negara.

Carlos Ghosn, disebut meramalkan Nissan dalam dua hingga tahun lagi bakal bangkrut – dok.The National

Kabarnya jumlah yang dipangkas 1.700 orang di India, 1.420 orang di Amerika Serikat, 1.000 orang di Meksiko, 880 pekerja di Jepang, 830 pekerja di Indonesia, 470 pekerja di Spanyol, serta 90 orang di Inggris. Jumlahnya mencapai 6.390 pekerja.(Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This