Tak Terkendala Politik, Penjualan Pikap Bakal Naik

Tak Terkendala Politik, Penjualan Pikap Bakal Naik
Pikap Suzuki New Carry -dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Sepanjang tahun 2019 kemarin penjualan kendaraan komersial jenis pikap di Indonesia, tercatat sebanyak 135.383 unit atau menciut 5,6% dibanding penjualan tahun 2018 yang sebanyak 143.473 unit. Pikap Suzuki Carry tercatat masih menjadi yang terlaris.

Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsjah yang ditemui usai konferensi pers kesiapan penyelenggaraan GIICOMVEC 2020, di Jakarta, Selasa (4/2/2020) mengatakan, penyusutan penjualan sepanjang tahun 2019 lalu dipicu oleh kondisi politik menjelang dan setelah pemilihan umum.

“Sehingga, banyak orang, terutama kalangan pelaku usaha yang menunggu kondisi yang ada. Ya, maklum kan, karena soal bisnis itu hitungan-hitungannya cermat. Kalau kondisi enggak bagus, kan bisnis terkendala juga. Apalagi, pada saat itu harga komoditas juga kurang bagus juga. Tetapi tahun 2020 ini beda, masa-masa kegiatan politik sudah lewat,” papar mantan Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors itu.

Selain tidak ada hajatan politik, pada tahun 2020 ini kondisi perekonomian juga relatif stabil karena proyek infrastruktur yang di tahun 2019 untuk sementara dihentikan, bakal dilanjutkan lagi. Bahkan proyek baru juga dimulai.

Pikap Daihatsu Gran Max – dok.Istimewa

“Nilai tukar rupiah juga stabil. Banyaknya investasi yang masuk ke Indonesia, dan proyek infrastruktur akan meningkatkan konumsi. Termasuk konsumsi masyarakat, sehingga kegiatan ekonomi riil juga berjalan. Kebutuhan kendaraan komersial, termasuk pikap juga akan terjadi,” ungkap Rizwan.

Pernyataan senada diungkapkan Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Makmur. Menurut dia, pasar pikap akan menggeliat karena kegiatan ekonomi seperti logistik, distribusi barang, hingga industri manufaktur baik sakala kecil hingga besar akan menggeliat.

“Karena konsumsi masyarakat tahun ini akan lebih bagus lagi dibanding tahun 2019 lalu. Stabilnya nilai tukar, dan penyerapan tenaga kerja karena banyaknya investasi yang masuk akan membawa dampak naiknya tingkat konsumsi. Sektor konsumsi itu menyumbang 57% pertumbuhan ekonomi. Kalau ekonomi tumbuh kebutuhan kendaraan komersial, termasuk pikap akan terjadi,” ujar dia.

Pikap Tata Motors Super Ace HT 2  – dok.Istimewa

Suzuki Carry masih merajai
Sekadar catatan, sepanjang tahun 2019 lalu, data Gaikindo menunjukan pikap Suzuki Carry terjual ke diler sebanyak 52.694 unit. Pikap ini sekaligus menjadi “penguasa” pasar pikap segmen low pickup. Sedangkan pikap Daihatsu Gran Max terjual sebanyak 35.926 unit berada di tempat kedua.

Pikap pendatang baru, DFSK Super Cab pun juga tercatat menggeliat penjualannya. Pikap yang mulai dijajakan di Indonesia pada sejak tahun 2017 oleh PT Sokonindo Automobile itu, di tahun 2019 laku 2.042 unit. Jumlah ini diklaim naik 67% dibanding penjualan tahun sebelumnya.

Pikap DFSK Super Cab, kendaraan komersial yang dirakit Sokon Automible di Serang, Banten – dok.Motoris

“DFSK memulai perjalanan di Indonesia dengan meniagakan kendaraan komersial DFSK Super Cab yang kini semakin baik dan bisa diterima oleh konsumen di tanah air. Hal ini tidak terlepas dari DNA DFSK Super Cab yang memang dirancang khusus untuk pasar Indonesia dan menjadi blueprint pabrik DFSK di Cikande,” tutur Public Relation & Digital Manager PT Sokonindo Automobile, Arviane D. Bahar, dalam pernyataan resmi, Selasa (4/2/2020).

Gaikindo juga mencatat, di sepanjang tahun 2019 penjualan kendaraan komersial – yang terdiri dari pikap dan truk – ambrol 18,26% dibanding penjualan tahun 2018. Jumlahnya hanya sekitar 94.000 unit. (Mus/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This