Setahun Dipegang Maxindo, Penjualan Renault Masih Lemot

Setahun Dipegang Maxindo, Penjualan Renault Masih Lemot
Ilustrasi, Renault Triber - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Maxindo Renault Indonesia (MRI) yang merupakan anak perusahaan dari Nusantara Maxindo Group secara resmi mengumumkan pengambilalih keagenan Renault dari Indomobil Group, pada 21 Januari 2019 lalu. Namun, sejak itu pula, ternyata penjualan Renault oleh masih belum beranjak dari pencapaian tahun-tahun sebelumnya.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan di sepanjang tahun 2019 lalu, penjualan mobil Renault ke diler (wholesales) tercatat hanya sebanyak 279 unit. Jika dirinci, jumlah ini terdiri dari 250 unit yang dijual oleh MRI dan 29 unit oleh PT Renault Auto Euro (agen pemegang merek sebelumnya yang merupakan anak perusahaan Indomobil Group).

Sedangkan penjualan langsung ke konsumen (ritel) di tahun tersebut, tercatat sebanyak 325 unit. Dari jumlah itu, 250 unit di antaranya dibukukan oleh PT MRI, dan 75 unit oleh PT Renault Auto Euro.

“(PT Renault) Auto Euro masih tercatat melakukan penjualan. Mungkin karena menghabiskan sisa stok yang dimilikinya. Enggak tahu apakah ini merupakan salah satu klausul dari nota kesepakatan di antara mereka. Laporannya karena memang stok masih ada,” ungkap kolega Motoris di Gaikindo, saat dihubungi Senin (24/2/2020).

COO MRI Davy Tuilan mendemonstrasikan kapasitas bagasi Renault Triber – dok.Motors

Penjualan – baik wholesales maupun ritel – Renault sepanjang tahun 2019 itu terbukti masih ambles dibanding tahun-tahun sebelumnya. Data dari gaikindo menunjukan, selama tahun 2018 wholesales Renault masih sebanyak 273 unit, atau ambrol 46,6% dibanding wholesales tahun 2017 yang sebanyak 511 unit.

Sedangkan penjualan ritel pada tahun 2018 mencapai 382 unit. Jumlah ini berkurang 97 unit atau ambles 20,3% dibanding penjualan ritel sepanjang tahun 2017 yang mencapai 479 unit.

Tahun 2017 melonjak
Fakta berbicara, melonjaknya wholesales sepanjang tahun 2017 itu dikarenakan pada tahun tersebut Renaut Indonesia menggelontorkan model anyar ke dilernya. Pada tahun itu, 188 unit Renault Duster Duster terdisribusi ke diler, kemudian Renault Kwid 163 unit, Renault Koleos 158 unit, dan Renault Megane 2 unit.

Pada tahun sebelumnya – sepanjang tahun 216 – penjualan ke diler Renault hanya 134 unit. Padahal, pada tahun tahun 2015 Renault  baru menyatakan kembali ke pasar otomotif Indonesia dengan ikut berpartisipasi di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015.

Sementara itu, pada saat pengumuman resmi keagenan Renault di bawah MRI, di Jakarta, 21 Januari 2019 lalu, Chief Operation Officer MRI, Davy J. Tuilan dengan tegas mengatakan Renault Indonesia akan dengan cepat menjadi kompetitor yang mumpuni di pasar otomotif di Tanah Air. Caranya, dengan menerapkan strategi Aggresive Mindset.

Ilustrasi, Renault – dok.Japan Times

“Strategi ini meliputi tiga aspek, yaitu dengan menghadirkan produk berkualitas yang merambah hampir di semua segmen. Kemudian network coverage, dan consumer journey,” papar dia.

Davy juga menyatakan, pada tahun 2021 nanti Renault sudah merambah setengah dari segmen kendaraan roda empat atau tujuh segmen di Indonesia. Sekadar catatan, MRI mengumumkan secara resmi mengambil alih keagenan merek Renault dan distribusi mobil merek itu dari Indomobil Group pada 21 Januari 2019 lalu, dan efektif menjalankannya pada 24 Februari tahun itu (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This