Isu Corona, Ini Syarat agar Jualan LCGC Jelang Lebaran Ngacir

Isu Corona, Ini Syarat agar Jualan LCGC  Jelang Lebaran Ngacir
Ilustrasi, peluncuran versi anyar atau versi penyegaran LCGC Toyota Calya - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari lalu, penjualan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) ke diler (wholesales) di Indonesia tercatat sebanyak 17.056 unit atau naik tipis 0,55% dibanding Januari tahun 2018 yang sebanyak 16.962 unit. Kalangan industri mencoba menggelontorkan stok ke diler sebagai persiapan menjelang musim lebaran.

“Ya, ini kan distribusi (dari pabrik) ke diler. Dan kita memang sesuaikan dengan kondisi di diler. Karena di bulan-bulan awal ini kan semestinya menjadi masa persiapan lebaran yang jatuh di akhir Mei. Dengan harapan, ketika permintaan meningkat diler sudah siap,” papar Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Anton masih optimis, permintaan LCGC masih akan tetap tinggi di tahun ini, meski perekonomian nasional dibayangi kondisi buruk akibat dampak wabah virus corona yang memapar berbagai belahan penjuru dunia termasuk Indonesia. “Tetapi, so far daya beli masyarakat masih bagus. Yang penting, tidak ada kebijakan-kebijakan yang menyebabkan daya beli turun. Selain itu, inflasi harus tetap terkendali,” ungkap dia.

Pernyataan senada disampaikan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto. Menurut dia, segmen LCGC di Indonesia merupakan segmen yang paling potensial.

Ilustrasi, MPV LCGC Daihatsu Sigra – dok.Motoris

Sebab, konsumen potensial dari mobil kelas itu yang terbesar adalah first buyer, yakni orang yang baru mau beli mobil. Itu mayoritas. “Sedangkan PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita kita, atau income per kapita kita secara teori kan US$ 3.600 – 3.800 per tahun. Itu rata-rata lho ya, artinya dari seluruh pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk yang ada. Tidak absolut, angka itu. Sehingga, fakta riilnya, pendapatan orang per orang bisa kurang dari itu. Artinya harga juga sensitif bagi mereka,” papar dia.

Dengan tingkat pendapatan per kapita sebesar itu, maka mobil yang paling banyak diinginkan adalah yang berharga di bawah 250 atau bahkan di bawah Rp 200 juta. Lantaran itulah, LCGC hingga kini masih menggenggam porsi penjualan sebesar 21 – 23% dari total mobil yang berhasil dilego.

Ilustrasi, LCGC Toyota Agya,- dok.Motoris

“Nah, bicara soal kesiapan lebaran, agar LCGC itu diminati, tentu daya beli harus terjaga. Jangan sampai inflasi tinggi. Karena sudah menjadi seperti rumusan, menjelang lebaran harga barang-barang naik karena permintaan juga naik. Ujungnya, inflasi juga naik. Nah, kalau naiknya tinggi, daya beli masyarakat akan turun,” papar mantan Presiden Direktur PT Hundai Mobil Indonesia itu.

Kebijakan kontradiktif
Dia juga berharap agar tidak ada kebijakan pemerintah yang kontraproduktif dengan pasar. Misalnya, kenaikan harga BBM, tarif listrik, dan perpajakan, bahkan retribusi atau pendapatan bukan pajak. Menurut dia, kondisi saat ini sudah dibayangi tekanan akibat dampak wabah virus corona.

Data yang dihimpun Gakindo menunjukan sepanjang Januari lalu wholesales LCGC terbanyak dibukukan Toyota Calya yakni 4.579 unit. Setelah itu Honda Brio Satya yang tedistribusi 4.427 unit, Daihatsu Sigra 3.705 unit, Daihatsu Ayla: 2.054 unit, dan Toyota Agya 1.745 unit.

Ilustrasi, LCGC Honda Brio Satya – dok.Motoris

Kemudian, LCGC Suzuki, yakni Suzuki Karimun Wagon R membukukan penjualan ke diler sebayak 320 unit. Sedangkan Datsun GO sebanyak 150 unit, dan Datsun GO+ sebanyak 64 unit. (Fer/Ara)

 

 

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This