Pasar Tak Menderu, Viar Optimis Sodorkan Motor Bebek Baru

Pasar Tak Menderu, Viar Optimis Sodorkan Motor Bebek Baru
Tampilan samping Viar Star NX - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski tren ceruk pasar sepeda motor bebek di Indonesia terus menyusut, namun PT. Triangle Motorindo atau Viar Indonesia menggelontorkan motor bebek bernama Star NX. Motor yang dibanderol Rp 9,95 juta on the road wilayah Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi ini diakui sebagai terobosan di tengah kondisi perekonomian yang masih lesu.

“Harus diakui kondisi ekonomi saat ini kan memang sedikit kurang bagus. Oleh karena itu untuk membantu masyarakat sekaligus membangkitkan daya beli masyarakat, kami merasa perlu ada stimulus yang menarik,” ungkap Marketing Communication PT. Triangle Motorindo, Frengky Osmond, saat dihubungi Motoris, Kamis (12/3/2020).

Stimulus yang dimaksud bukan sekadar harga yang terjangkau, tetapi juga skema pembelian secara kredit yang meringankan. Untuk memboyong motor bermesin 100cc berpendingin udara ini calon pembeli cukup merogoh kocek untuk uang muka (DP) Rp 1 jutaan, dengan cicilan harian Rp 10.000-an selama tiga tahun.

Soal pasar, lanjut Frengky, Viar Indonesia melihat masih cukup menjanjikan. Pasalnya, sepeda motor jenis ini masih memiliki konsumen setia dengan berbagai alasan yang mendasarinya.

Viar Star NX, sepeda motor bebek baru dari Viar Indonesia – dok.Istimewa

“Kami melihat bahwa pasar Moped masih akan tetap ada dengan beragam kelebihan dan kemudahan terutama dari sisi penggunaan serta perawatan. Kami rasa motor ini akan sangat cocok digunakan oleh driver ojek online, perusahaan sebagai kendaraan operasional, maupun ekspedisi sebagai armada pengiriman” papar dia.

Star NX dibekali sistem penerangan – lampu utama – LED dan bahkan diimbuhi dengan DRL (Daytime Running Light). Perangkat sistem suspensinya menggunakan peredam kejut tipe teleskopik di bagian roda depan dan dual shock absorber di bagian belakang.

Tangki bahan bakarnya berkapasitas 3,7 liter. Viar Indonesia mengklaim, konsumsi bahan bakarnya 1 liter bisa menempuh jarak sejauh 40 kilometer.

Spesifikasi Viar Star NX – dok.Istimewa

Ceruk pasar menyusut
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Hari Budianto tak menampik anggapan bahwa ceruk pasar sepeda motor bebek di Indonesia berada pada tren penyusutan dari tahun ke tahun. Bahkan, porsinya jauh dibanding ceruk pasar skuter matik (skutik).

Menurut dia, dari total penjualan sepeda motor yang sebanyak 6,48 juta unit pada tahun 2019 lalu, 87%-nya merupakan skutik. “Sedangkan underbone (bebek) 7,1% dan motor sport 5,9%,” tutur Hari saat dihubungi belum lama ini.

Data yang dihimpun AISI memang menunjukan, jika di tahun 2004 porsi pangsa pasar atau ceruk pasar motor bebek masih 90,87%. Sedangkan – pada saat yang sama – porsi motor sport 8,73% dan skutik baru sekitar 0,35%.

Ilustrasi, sepeda motot bebek besutan Honda Indonesia – dok.Istimewa

Namun, dominasi bebek itu longsor di tahun 2010. Saat itu, pangsa pasar motor bebek menjadi 50,85%, dan skutik membubung hingga menjadi 49,01%.

Bahkan, pada tahun 2018, dari 6,38 juta unit sepeda motor yang terjual, sepeda motor bebek hanya meraup pangsa pasar 7,9% dan motor sport 7,5%. Adapun, mayoritas pangsa pasar yakni 84,6% dikuasai skutik. (Mus/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This