Corona Menjangkiti RI, Penjualan Mobil Mewah Masih Kebal

Corona Menjangkiti RI, Penjualan Mobil Mewah Masih Kebal
Ilustrasi, New BMW 730Li M Sport - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski wabah corona yang terus menjangkiri berbagai negara di dunia telah membawa akibat pada nilai tukar rupiah dan beberapa sektor perekonomian di Indonesia, ternyata pasar mobil mewah masih tetap bergerak seperti biasa, Terutama di dua bulan pertama tahun ini.

Penjualan mobil merek asal Jerman – BMW – misalnya, ternyata masih tumbuh. Besaran pertumbuhan un cuku lumayan. “Penjualan yang kami bukukan di dua bulan pertama, Januari hingga Februari masih positif, karena sejak awal kami sudah melakukan antisipasi. Begitu ada kabar virus ini merebak pada Desember 2019, stok unit, program penjualan, hingga jadwal delivery kami persiapkan sebaik mungkin,” ungkap Vice President Sales BMW Indonesia, Bayu Riyanto, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, pada Januari tahun ini BMW Indonesia berhasil melego 175 unit mobil. Jumlah ini masih sama dengan penjualan yang dicatatkan pada Januari 2019.

Sedangkan pada Februari, penjualan yang dibukukan sebanyak 200 unit. Penjualan sebanyak itu naik 14,28% dibanding penjualan Februari 2019 yang sebanyak 175 unit.

Tampilan depan MINI Clubman versi anyar – dok.Motoris

Deputy Director Sales Operation and Product Management PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Kariyanto Hardjosoemarto, yang dihubungi di Jakarta, Jumat (13/3/2020) mengaku penjualan mobil Mercedes-Benz dalam dua bulan pertama masih stabil.

“Memang, harus kami akui, di Januari ada sedikit penurunan. Tapi, itu pun relatif kecil, dan bukan karena faktor (wabah virus corona) covid-19, tetapi karena faktor banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya,” tutur dia, tanpa bersedia menyebut angka penjualan.

Strategi APM
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi JUmat (13/2/2020) menyebut, sepanjang dua bulan pertama atau dari Januari hingga Februari lalu, pasar mobil premum di Indonesa masih relatif stabil. Kondisi ini terjadi karena banyak konsumen yang memesan kendaraan bulan-bulan menjelang akhir tahun.

“Saya kira ini strategi yang bagus dari agen pemegang mereknya. Waktu GIIAS 2019 (Agustus 2019) mereka sudah banyak yang memperkenalkan atau bahkan meluncurkan model baru. Begitu juga di bulan-bulan menjelang akhir tahun. Sehingga, konsumen yang tertarik langsung melakukan pemesanan,” kata dia.

Namun, Jongkie mengaku tidak bisa memprediksi apakah kondisi tersebut masih akan terjadi di bulan Maret hingga akhir tahun nanti. Pasalnya, dampak wabah virus corona mulai terasa di Indonesia sejak Januari lalu hingga kini.

Ilustrasi, Mercedes-Benz – dok.Istimewa

“Kalau sekarang kondisinya mulai sulit. Nilai tukar rupiah juga tertekan dan beberapa sektor ekonomi juga terkena. Tetapi kan pemeritah juga terus melakukan upaya penangangan wabah ini dan terus menstimulasi perekonomian. Mudah-mudahan kondisi segera pulih,” ujar dia.

Ceruk pasar mobil mewah di pasar mobil Indonesia, lanjut Jongkie, memang masih relatif kecil, yakni tak lebih dari 2%. Sehingga, kalau pun mengalami kontraksi berupa apenyusutan, dampak terhadap total penjualan juga relatif kecil.

Sekadar catatan, laporan Bloomberg, Jumat (13/3/2020) menunukan akibat wabah corona nilai tukar rupiah anjlok nyaris 8% terhadap dolar Amerika Serikat. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar di Asia.

Tercatat, di kurin waktu yang sama, rupee India, ringgit Malaysia, baht Thailand, dan won Korea Selatan hanya susut sekitar 3%. Sedangkan dolar Singapura dan peso Filipina masing-masing melemah 1%, yuan 0,46%. (Mus/Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS