Di Kuartal I Triton Asapi Hilux, dan Colorado Masih Terjual

Di Kuartal I Triton Asapi Hilux, dan Colorado Masih Terjual
Mitsubishi New Triton - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Meski sejak awal 2019 lalu pasar komoditas tambang maupun perkebunan –di dunia menyusut, ternyata jantung penjualan pikap medium baik single maupun double cabin masih berdetak. Berdenyutnya dua sektor itu plus proyek konstruksi/infrastruktur menjadi pemantik permintaan kendaraan itu.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang tiga bulan pertama  tahun  2020 ini atau  dari Januari hingga Maret lalu, penjualan pikap kategori ini dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat sebanyak 3.603 unit.  Total penjualan selama triwulan pertama itu berasal dari penjualan Januari yang sebanyak 902 unit, Februari 1.438 unit, dan Maret 1.263 unit.

Dalam jumlah penjualan itu, Mitsubishi Triton mencatatkan yang terbanyak sehingga mengantarnya bercokol ke urutan nomor wahid dalam daftar penjualan. Total penjualannya 1.898 unit, yang dikoleksi dari penjualan Januari yang sebanyak 483 unit,  Februari 729 unit, dan Maret 686 unit.

Jumlah itu lebih banyak dibanding penjualan pikap Toyota Hilux yang di kurun  waktu itu sebanyak 1.608 unit. Hilux yang bertengger di posisi kedua, membukukan penjualan pada Januari yang sebanyak 390 unit, Februari 696 unit, dan 522 unit. Artinya, Triton masih “mengasapinya” dalam penjualan.

Mitsubishi New Triton – dok.Motoris

Tetapi, satu catatan menarik dari data penjualan ini adalah, penjualan pikap  Chevrolet Colorado, yang di akhir kuartal atau di bulan Maret tercatat sebanyak 29 unit. Padahal di dua bulan sebelumnya  – Januari dan Februari – nihil.

Soal masih menggeliatnya segmen pasar pikap kategori itu, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto yang dihubungi di Jakarta, Kamis (23/4/2020) menyebut, meski sektor-sektor yang disasar kendaraan ini produk yang dihasilkannya mengalami kelesuan penjualan, namun bukan berarti operasi perusahaan juga berhenti.

“Kegiatan produksi masih berhenti. Batubara misalnya, informasi yang saya terima masih berjalan tuh, terutama penambagan yang jenis-jenis tertentu untuk pembangkit listrik. Artinya masih  ada aktifitas, sehingga permintaan kendaraan (pikap) juga masih ada. Begitu juga di perkebunan sawit, produksi masih terjadi, kegiatan-kegiatan di lapangan masih ada. Apalagi konstruksi untuk infrastruktur juga masih ada,” papar dia.

Toyota Hilux versi terbaru – dok.Istimewa

Chevrolet Colorado
Sementara itu, soal penjualan Chevrolet Colorado, patut diduga sebagai bagian dari cuci gudang seiring dengan berhentinya operasi Chevrolet di Indonesia. Permintaan dari para pecinta kendaraan ini – baik pehobi maupun kalangan korporasi – masih ada karena General Motors Indonesia masih berkomitmen memberikan jamianan perawatan, perbaikan, maupun suku cadang.

Meski, pabrikan asal Amerika Serikat itu menyatakan berhenti menjual produknya di Tanah Air pada akhir Maret 2020. “GM tetap berkomitmen untuk melayani pelanggan kami, melalui Chevrolet, dengan tetap melanjutkan pemberian jaminan dan layanan purna jual di seluruh Indonesia,” bunyi surat pemberitahuan GM Indonesia seperti dirilis dalam situs resmi chevrolet.co.id, Senin (2/3/2020).

Ilustrasi, pikap Double Cabin Chevrolet Colorado varian High Country di IIMS 2019 – dok.Motoris

Berikut, daftar penjualan (wholesales) pikap medium – baik single maupun double cabin – selama kuartal pertama 2020.

1. Mitsubishi Triton          : 1.898 unit

2. Toyota Hilux                  : 1.608 unit

3. Isuzu D-Max                  :      31 unit

4. Chevrolet Colorado      :      29 unit

5. Nissan Navara               :      24 unit

6. Tata Xenon                    :      13 unit

Sumber : Gaikindo, 2020. (Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This