Setelah 21 Bulan Ambyar, April Penjualan Mobil di Cina Moncer

Setelah 21 Bulan Ambyar, April Penjualan Mobil di Cina Moncer
Ilustrasi, proses produksi mobil di Cina - dok.South China Morning Post

Beijing, Motoris – China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) atau Asosiasi Produsen Mobil Cina menyatakan, tren ambrolnya penjualan yang terjadi sejak 21 bulan berturut-turut telah berakhir di bulan April. Bahkan, setelah wabah virus corona (Covid-19) yang mulai merebak sejak akhir tahun 2019 lalu.

Seperti dilaporkan Xinhuanet, Jumat (8/5/2020), data yang dihimpun CAAM menunjukan, pada bulan keempat itu 2 juta unit mobil terjual di Negeri Tirai Bambu itu. “Jumlah ini naik 39,8% dibanding penjualan sepanjang bulan Maret, dan naik 0,9% dibanding bulan yang sama tahun 2019,” bunyi keterangan asosiasi tersebut.

Pencapaian penjualan yang diukir di sepanjang April itu, menjadikan penjualan kumulatif selama empat bulan atau dari Januari hingga April menjadi 5,67 juta unit. Namun, penjualan kumulatif empat bulanan itu masih ambrol 32,1 % dibanding penjualan selama empat bulan pertama di tahun 2019.

Ilustrasi, Tesla Model 5 di Cina – dok.The Detroit Bureau

Salah satu produsen kendaraan terbesar di Cina – SAIC Motor – mengaku berhasil melego 433.000 unit kendaraan di bulan April itu. Jumlah itu naik 0,5% dibanding penjualan pada bulan yang sama tahun 2019.

Di saat yang sama, Geely Auto menyatakan telah menjual 105.468 unit. Jumlah itu disebutnya naik 2% dibanding April 2019. Sedangkan dibanding bulan swebelumnya atau Maret 2020, penjualan pada April itu melonjak 44%.

Bahkan perusahaan anyar bernama Nio mengaku berhasil menjajakan 2.907 mobil model ES6 buatannya di bulan April. Penjualan di buan tersebut diklaimnya meroket hingga 181% dibanding penjualan bulan April 2019.

Seorang analis industri, Cui Dongshu, menyebut peningkatan permintaan mobil baru di Cina pada bulan April atau sesaat setelah wabah virus corona yang mendera negeri itu berakhir, dipicu oleh keinginan masyarakat kekhawatiran masyarakat terhadap kendaraan lama dan angkutan umum. Mereka trauma dengan kemungkinan masih tersisanya virus yang mematikan itu di kendaraan lama.

Logo SAIC – dok.VCG via China Daily News

Terlebih, di saat bersamaan, kegiatan promosi yang dilakukan mobil juga gencar. Alhasil, penjualan pun mengalami rebound.

Pengalaman negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu menjadi sebuah fakta yang bisa membangkitkan optimisme industri otomotif  dunia – khususnya di Indonesia  – yang kini juga tengah lara karena deraan dampak virus corona. Bahwa sejatinya setelah masa-masa sulit akan tiba kemudahan, ada harapan besar pasar akan kembali pulih dan meningkat. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This