Jangan Salah, Sampai Mei Datsun Masih Terjual 773 Unit

Jangan Salah, Sampai Mei Datsun Masih Terjual 773 Unit
Ragam varian Datsun yang dipasarkan Datsun Indonesia - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski disebut-sebut telah dihentikan produksinya di Indonesia sejak Januari lalu – dan secara resmi dinyatakan pada Mei kemarin – namun, penjualan mobil Datsun ke konsumen (ritel) masih terjadi. Bahkan jumlahnya juga lumayan, yakni 773 unit.

Data hasil kompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Motoris, di Jakarta, Rabu (10/6/2020) kemarin menunjukkan, di rentang Januari sampai Mei itu, penjualan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) yang merupakan merek di bawah Nissan ini masih ajek. Artinya, di setiap bulan masih ada yang terjual kendati trennya terus menurun.

Tercatat, di bulan Januari penjualannya (ritel) sebanyak 295 unit, Februari 238 unit, Maret 192 unit, April 26 unit, dan Mei 22 unit. Dengan total penjualan sebanyak 773 unit ini, Datsun juga mencuil 0,3% pangsa pasar dari total penjualan ritel seluruh model dan merek kendaraan bermotor nasional yang sebanyak 260.716 unit.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, Minggu (22/5/2020) lalu, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Isao Sekiguchi, secara resmi mengumumkan bahwa Nissan telah resmi menyetop produksi mobil di Indonesia. Pabrik Nissan yang berada di Purwakarta, Jawa Barat – yang hanya memproduksi Datsun – itu disetop produksinya.

Booth Datsun di IIMS 2019 – dok.Motoris

“Nissan telah memutuskan untuk menghentikan produksi kendaraan di pabrik Nissan di Indonesia. Ini merupakan bagian dari rencana optimisasi yang mencakup rightsizing, optimasi produksi dan reorganisasi operasi bisnis,” papar Sekiguchi.

Kolega Motoris di Gaikindo sebelumnya menyebut, dari informasi yang diterimanya, apa yang dilakukan oleh Nissan Indonesia adalah menyetop produksi. Bukan menghentikan penjualan.

“Jadi, artinya kalau masih ada stok unit, kalau mereka menjual yang tidak ada masalah. Aplagi, Nissan juga menjamin ketersediaan suku cadangnya sampai 10 tahun kan?, jadi ini sesuatu yang wajar. Normal saja, Karena sebuah model dari merek manapun dan dalam kondisi apa pun, kalau dihentikan produksinya kan memang harus ada jaminan ketesediaan suku cadang,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Sejatinya, lanjut sang kolega, Datsun bukanlah merek biasa-biasa saja. Merek ini ada dan eksis sejak tahun 1931, dan dihentikan produksinya pada tahun 1986.

Ilustrasi, diler Nissan – Datsun Bintaro, Tangerang Selatan – dok.Motoris

“Tetapi, kalau enggak salah CEO Nissan, waktu itu, Carlos Ghosn ingin memperluas jangkauan pasar dan mengebut penjualan, sehingga merek itu dihidupkan lagi tahun 2013. Sasaran yang dibidik low end atau first buyer mobil. Tetapi sayang, kiprahnya tidak berlangsung lama di Indonesia dan Rusia. Tetapi masih ada di India,” terang dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This