Selama Mei Avanza Terlaris di Ritel, Xpander Terbanyak Wholesales

Selama Mei Avanza Terlaris di Ritel, Xpander Terbanyak Wholesales
Toyota Avanza - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil ke konsumen (ritel) maupun ke diler (wholesales) di Indonesia sepanjang bulan Mei kemarin ambrol dalam dibanding bulan sebelumnya di tahun ini maupun bulan yang sama tahun lalu. Penjualan ritel yang dibukukan hanya 17.083 unit, ambles 29,6% dibanding penjualan selama April tahun ini dan turun 81,8% dibanding bulan Mei 2019.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh Motoris beberapa waktu lalu menunjukkan, di sepanjang bulan kelima itu,penjualan ritel Toyota masih yang terbanyak. Dari total ritel yang berjumlah 17.083 unit, Toyota mengantongi angka penjualan sebanyak 6.272 unit.

Dari total ritel yang dikoleksi Toyota itu, model yang terbanyak mengumpulkan angka penjualan adalah Avanza 1.298 unit. Kemudian, Rush 1.264 unit, disusul Toyota Kijang Innova 1.001 unit, dan Agya 724 unit.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander versi facelift – dok.MMKSI

Namun, meski berjaya di penjualan langsung ke konsumen atau ritel, soal distribusi ke diler (wholesales), jumlah Toyota Avanza masih kalah banyak dibanding jumlah Mitsubishi Xpander. Low MPV Mitsubishi Motors itu (tidak termasuk Xpander Cross) bahkan membukukan jumlah pengiriman unit ke diler yang terbanyak di antara merek-merek lain, yakni 173 unit.

Sementara Avanza hanya 91 unit. Jumlah wholesales Xpander juga jauh lebih banyak dibanding Suzuki Ertiga yang hanya sebanyak 79 unit, Renault Triber yang 12 unit.

Begitu pula dengan Nissan Livina dan Wuling Confero yang masing-masing terkirim ke diler sebanyak 6 unit. Apalagi dibanding Daihatsu Xenia dan Honda Mobilio, dimana keduanya tak membukukan pengiriman ke diler alias wholesales.

Sebagai catatan, wholesales selama bulan kelima itu hanya sebanyak 3.551 unit. Jumlah ini longsor 95,77% dibanding penjualan bulan Mei 2019 yang masih sebanyak 84.109 unit.

Nissan New Livina – dok.Motoris

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, yang dihubungi di Jakarta mengatakan, merosotnya penjualan mobil – khususnya wholesales – selama bulan Mei karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah sebagai upaya pencegahan meluasnya penyebaran wabah virus corona.

“Banyak diler yang tutup, beberapa pabrik juga berhenti sementara produksi, dan kegiatan masyarakat juga terbatas. Stok unit di diler juga masih cukup,” kata dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This