Manfaatkan ACFTA, SUV Blasteran Amerika – Cina Ini Segera Gedor ASEAN

Manfaatkan ACFTA, SUV Blasteran Amerika – Cina Ini Segera Gedor ASEAN
Ford Territory, SUV baru hasil kolaborasi Ford Motor Company dengan pabrikan asal Cina, Jiangling Motor Corporation - dok.Autoindustry

Manila, Motoris – Setelah meluncurkannya di pasar dalam negeri Cina pada Oktober 2018 dan mulai dijual awal 2019 lalu, kini kongsi Ford Motor Company dengan Jiangling Motors Corporation (JMC) berniat merangsek pasar Filipina.Kolaborasi pabrikan Amerika – Cina ini membidik ASEAN karena ingin memanfaatkan fasilitas Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Cina (ACFTA).

Seperti dilaporkan laman Autoindustriya, Senin (6/7/2020), SUV anyar itu direncanakan melenggang di pasar Filipina pada Agustus nanti. Dalam pernyataan resminya, Ford Filipina menyatakan SUV yang diposisikan di atas Ford EcoSport tidak ada kaitan dengan Ford Territory yang pernah diproduksi Ford di Australia selama tahun 2004 – 2016 lalu.

“Ford Territory 2020 merupakan crossover hasil patungan antara Ford dan produsen mobil Cina JMC, dan di Filipina diposisikan di atas Ford EcoSport dan menjadi adalah baru Ford di segmen SUV kompak,” tulis laman Economic Journal dan Manila Inquirer.

Kehadiran Territory juga menjadi SUV kompak baru bagi Ford di Negeri Pisang itu setelah produksi SUV itu dihentikan pada pertengahan tahun 2012. Pada saat itu pula, penjualan Ford Escape juga dihentikan, termasuk di Indonesia.

Interior depan Ford Territory – dok.Autoindustriya

Kini Ford Territory memiliki tampilan yang berbeda dengan Ford Territory yang pernah malang melintang di pasar Australia. Grill depan yang memanjang menyambung dengan sepasang lampu depan yang ramping.

Namun, diakui atau tidak, garis atap yang miring, mirip dengan garis atap salah satu model besutan Land Rover. Lampu belakang, knalpot ganda, dan spoiler yang menganut gaya baru yang berbeda dengan Territory versi Australia. Terlebih, kini menggunakan atap gaya mengambang (floating roof).

Territory memiliki dimensi panjang 4.580 milimeter (mm), lebar 1.936 mm, dan tinggi 1.674 mm. Sedangkan jarak sumbu rodanya 2.716 mm.

Tampilan belakang Ford Territory – dok.Autoindustriya

Sejenak menengok ke belakang, seperti dilaporkan Reuters, 12 Oktober 2018 lalu, produksi Ford Territory pada saat itu bertujuan untuk menggenjot penjualan terutama di segmen menengah ke bawah di Negeri Tirai Bambu. Saat itu, penjualan Ford selama Januari – September 2018 ambrol 43% dibanding periode sama tahun 2017.

Ford pusat atau Ford Amerika Serikat menyalahkan manajemen di Cina yang dinilai lambat dalam memperkenalkan model baru. Alhasil, Ford ditinggalkan konsumen, dan Ford di Cina pun segera meramu strategi baru.

Kerjasama antara Ford dengan JMC  -yang merupakan milik dari usaha patungan antara BUMN RRC dengan Jiangling Motors Corporation Group itu – 20% sahamnya dibeli Ford pda tahun 1993. Dan pada tahun 2013, porsi saham Ford dinaikkan menjadi 30% lebih.

Kini, Ford Territory tak hanya menggempur pasar domestik Cina, tetapi juga pasar di luar negara tersebut. Salah satunya, ASEAN, khususnya Filipina. Fasilitas ACFTA dimanfaatkan oleh JMC dalam memasarkan SUV itu ke pasar Asoa Tenggara tersebut.

Ilustrasi, logo Ford – dok.ETAuto

ACFTA merupakan kesepakatan antara negara negara anggota ASEAN dengan Cina untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan perdagangan barang baik tarif ataupun non tarif. Salah satu fasilitas konkret yang disepakati adalah tarif perddagangan yang bisa diturunkan menjadi 0-5%.

Kesepakatan kerjasama itu disepakati para kepala negara anggota ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN – China Comprehensive Economic Cooperation. Itu terjadi pada tanggal 6 November 2001 di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS