Penjualan di ASEAN Jeblok, Mitsubishi Diragukan Bisa Cepat Pulih

Penjualan di ASEAN Jeblok, Mitsubishi Diragukan Bisa Cepat Pulih
Ilustrasi, Mitsubishi Outlander PHEV diluncurkan secara resmi di Indonesia melalui hajatan GIIAS 2019 - dok.Motoris

Tokyo, Motoris – Mitsubishi Motors Corporation (Mitsubishi) diragukan bisa melakukan pemulihan cepat setelah nilai sahamnya ambles 13%, aatu rekor terendah dalam perdagangan sepanjang hari Selasa (28/7/2020) kemarin di Tokyo. Keraguan muncul setelah merek ini membukukan penjualan yang jeblok di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN) di kuartal pertama tahun fiskal 2020/2021, yakni dari April – Juni kemarin.

Seperti dilaporkan Reuters dan Asia Market Watch, Rabu (29/7/2020), sehari sebelumnya, atau Senin (27/7/2020) anggota paling junior di aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi itu melaporkan kinerja penjualannya di ASEAN yang jeblok hingga 68%. Padahal, selama ini pasar wilayah itu memberi kontribusi hingga seperempat dari total penjualan global Mitsubishi.

Namun, di tiga bulan pertama tahun fiskal 2020/2021 ( April 2020 – Maret 2021), ternyata hanya memberi sumbangan penjualan sebesar 17%. Selama ini, di ASEAN, merek berlambang tiga berlian itu mengandalkan penjualan di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Ilustrasi, kantor Mitsubishi Motor – dok.Yahoo.com

Namun, pemulihan pasar di wilayah ini – dari dampak wabah virus corona (Covid-19)- lebih lambat ketimbang Cina. Selama ini Cina dan ASEAN merupakan wilayah pasar terbesar bagi Mitsubishi.

Akibatnya, sejumlah pakar menyebut pemulihan penjualan Mitsubishi kemungkinan akan tertinggal dibanding produsen mobil lain. Jika itu terjadi, akan mempersulit rencana restrukturisasi yang dirinci pabrikan itu pada Senin (27/7/2020) lalu.

Dalam paparan rencana kinerja dan restrukturisasi yang dilakukan, di Tokyo, Jepang, Senin (27/7/2020) itu Mitsubishi memproyeksikan sepanjang tahun fiskal 2020/2021 (1 April 2020 – 31 Maret 2021) pihaknya bakal menelan kerugian operasi hingga 140 miliar yen atau sekitar Rp 19,2 triliun (kurs moderat 1 yen Jepang = Rp 137,27). Nilai kerugian tersebut diakui sebagai kerugian operasi yang terbesar dalam 18 tahun terakhir (atau sejak tahun 2002) dalam catatan keuangan perusahaan.

Mitsubishi Pajero, produksinya di Jepang akan dihentikan, Pabrik pembuatnya di Ghifu, Jepang bagian tengah juga akan ditutup – dok.Istimewa via Carsales

Penjualan global rontok 53%
Pencapaian Mitsubishi Motors itu “mengejutkan,” kata analis LightStream Research, Mio Kato. “ASEAN (selama ini) digadang-gadang sebagai pasar pendorong pertumbuhannya (Mitsubishi) dan bahkan diposisikan sebagai titik yang paling menrik utama bagi Aliansi Renault-Nissan. (ternyata) Penjualan ASEAN telah runtuh dan sekarang menghasilkan kerugian,” papar Kato seperti dikutip Reuters.

Secara global di kuartal pertama tahun fiskal 2020/2021 itu (April – Juni) Mitsubishi hanya melego kendaraan sebanyak 139.000 unit. Jumlah ini ambrol 53% dibanding periode sama di tahun fiskal 2019/2020.

Untuk mengirit anggaran, pabrikan yang didiikan pada tahun 1870 di Tokyo, Jepang, itu tidak akan membayar dividen kepada para pemegang saham pada tahun ini. Pada sesi perdagangan Selasa (28/7/2020) kemarin, saham Mitsubishi merosot 12,6% dan berada di level 235 yen per lembar.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander versi facelift. Sa;ah satu andalan Mitsubishi Motors di wilayah ASEAN – dok.MMKSI

Harga saham tersebut runtuh 234 yen, atau terenda sejak pabrikan itu mencatatkan sahamnya atau listing pada tahun 1988. “Kesulitan Mitsubishi Motors berbeda dengan beberapa produsen mobil Jepang lainnya, terutama Toyota Motor Corp yang relatif baik di masa pandemi (Covid-19) karena mampu meningkatkan pangsa pasar di beberapa wilayah pasar,” ujar dia. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This