Toyota: Corolla Cross Bukan Sedan yang Dipaksakan Jadi SUV

Toyota: Corolla Cross Bukan Sedan yang Dipaksakan Jadi SUV
Toyota Corolla Cross - dok.Toyota Global

Jakarta, Motoris – PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan Toyota Corolla Cross bukanlah sedan yang dijadikan SUV. Mobil ini merupakan entitas baru dengan platform baru pula.

Penegasan ini diungkapkan Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandy, saat diskusi virtual, di Jakarta, Kamis (6/8/2020) lalu. “Corolla Cross ini bukan sedan yang dijadikan SUV. Ini benar-benar baru, platform-nya pun berbeda, bukan sekadar mengubah sedan menjadi sebuah SUV,” tandas Anton.

Menurut dia, Toyota telah mengembangkan rigiditas (tingkat kekakuan atau kekuatan) bodi yang tinggi pada Corolla Cross sesuai dengan standar sebuah SUV. Begitu pula dengan perangkat sistem suspensi yang dibuat untuk menyokong kemampuan sebuah mobil sport serbaguna.

Mobil ini menggunakan platform Toyota New Global Architecture – C (TNGA-C) seperti yang digunakan oleh Toyota C-HR. dan Toyota Corolla Altis. Namun, Anton memastikan, ada perbedaan yang nyata antara Corolla Cross dengan Toyota Corolla Altis, yang terletak pada pengembangannya.

Toyota Corolla Cross saat diajak melibas genangan air – dok.PT TAM

Selain itu, platform anyar TNGA-C menjadikan Corolla Cross sanggup menyuguhkan kenyamanan dalam berkendara. Mobil dengan dimensi panjang 4.460 milimeter (mm), lebar 1.825 mm dan tinggi 1.620 mm ini memiliki wheelbase 2.640 mm.

Ketinggian dek dari tanah atau ground clearance 165 mm. Jangkauan pandangan keluar yang tinggi membuat pengemudi leluasa dan yakin merespon kondisi di sekitar mobil.

Sedangkan radius putarnya yang mencapai 5,2 meter menjadikan pengemudi nudah untuk melakukan manuver di area terbatas pada saat memutar atau parkir.

Interior Toyota Corolla Cross- dok.Toyota Global

“Bagi yang senang nyetir,mobil ini menarik. Platform-nya sudah pakai platform baru yang kita sebut TNGA memiliki bebeberapa kelebihan. Salah satu kelebihannya apa, kalau kita lagi lurus, kita mau belok, mau u-turn (memutar balik arah), bahkan high speed dan lain-lain, ini benar-benar nyaman,” terang Anton.

Toyota Corolla Cross ditawarkan dalam dua varian sumber tenaga yakni mesin bensin ZR 1.8 liter 2ZR-FE yang menyemburkan tenaga hingga 138 hp pada 6.400 rpm dengan torsi 171 Nm pada 4.000 rpm.

Sedangkan hybrid mengusung mesin 2ZR-FXE berkapasitas 1.8 liter 4-silinder DOHC yang menghasilkan tenaga hingga 96 hp dengan torsi 142 Nm, semenara motor listriknya menghasilkan 71 hp dengan torsi hingga 162 Nm.

Tampilan belakang Toyota Corolla Cross – dok.Toyota Global

TAM membanderol varian mesin konvesional Rp 457,8 juta dan varian hybrid Rp 497,8 juta. Semua harga on the road Jakarta.

Anton menambahkan, dengan segala kenyamanan dan kelengkapan fitur yang ada, Toyota memposisikan SUV yang ditargetkan terjual 200 unit saban bulan itu mendapatkan tempat yang tinggi sebagai mobil “personal” yakni mobil tambahan bagi konsumen. Artinya mobil yang bersangkutan bukanlah mobil yang hanya difungsikan sebagai sarana angkutan semata, tetapi juga sebagai sarana ekspresi atau simbol gaya hidup.

Posisi tersebut terjadi setelah seseorang telah memiliki lebih dari satu mobil alias mapan.”Kalau Toyota Rush adalah mobil pertama, dan Fortuner sebagai mobil utama, maka Corolla Cross ini menjadi mobil additional (tambahan), mungkin yang kedua atau ketiga,” imbuh Anton. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This