Meluncur di Eropa, Mobil Listrik Honda e Diklaim Paling Pas di Kota

Meluncur di Eropa, Mobil Listrik Honda e Diklaim Paling Pas di Kota
Mobil Listrik Honda e, diluncurkan di Eropa - dok.Sunday Times Driving

London, Motoris – Honda Motor Company (Honda) awal bulan ini telah meluncurkan mobil listrik Honda e untuk pasar wilayah Eropa. Pabrikan asal Jepang ini mengklaim mobil listrik pertamanya itu sengaja dibekali baterai yang menyediakan arus listrik hingga jarak 280 kilometer (km) saja, karena dirancang sebagai kendaraan yang pas di perkotaan.

Seperti dilaporkan laman The Sunday Times Driving dan Reuters, Rabu (26/8/2020), pernyataan tersebut disampaikan Chief Engineer Honda e, Tomofumi Ichinose, Senin (24/8/2020). “Sebagian besar kendaraan listrik memang menggunakan baterai yang berkapasitas besar. Tetapi, seringkali sebagian besar kapasitas itu tidak digunakan selama berkendara di kota,” papar dia.
Tomofumi menyebut Honda e merupakan kendaraan listrik untuk perkotaan. Dia didesain dengan dukungan fitur-fitur keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang selama perjalanan di kota.

Meski, tak menutup kemungkinan mobil itu digunakan untuk perjalanan ke luar kota atau jarak jauh. Dengan catatan, pengguna kendaraan juga harus menyesuaikan dengan kapasitas baterai, sehingga mereka harus melihat kapan saatnya mengisi baterai.

Jika dibanding dengan mobil listrik yang ada – dan telah malang melintang di pasar Eropa lebih dulu – seperti Tesla Model 3, kapasitas baterai Honda e itu hanya setengahnya. Sebab, kapasitas baterai mobil listrik besutan Tesla Inc itu mampu menyokong perjalanan hingga jarak 570 km dalam sekali isi daya.

Interior depan mobil listrik Honda e – dok.Engadget

“Sekarang, kami bertanya, apakah kendaraan yang lebih besar cocok untuk daerah perkotaan? Dan kami percaya bahwa yang lebih kecil merupakan pilihan yang lebih baik untuk kota, termasuk Honda e ini,” tandas Tomofumi.

Mobil bersumber tenaga dari setrum itu engusung desain retro. Gaya tampilannya mengingatkan orang kepada model klasik Honda N360 dan N600 yang sohor di era1960-an,

Hatchback dua pintu itu dimaksudkan sebagai city car kelas atas, yang harganya sekitar 33.000 euro atau sekitar Rp 574,3 jutaan (kurs 1 euro = Rp 17.405). Harga tersebut lebih mahal ketimbang mobil listrik Renault Zoe yang dibanderol lebih murah namun memiliki daya jelajah atau kapasitas baterai yang lebih besar.

Ilustrasi, Renault Zoe saat dikendarai di jalanan – dok.The Driven

Renault Zoe merupakan mobil listrik Renault yang terlaris di Eropa sepanjang semester pertama tahun ini. SEperti dilaporkan laman The Driven, Selasa (18/8/2020) melaporkan, sepanjang Januari – Juni atau semester pertama tahun ini Renault Zoe menjadi mobil terlaris di Eropa dengan total 36.000 unit. Bahkan sepanjang Juni saja terjual sebanyak 10.000 unit.

Honda rencananya hanya akan dijual di Eropa dan Jepang mulai dijual pada akhir Oktober nanti. Pabrikan itu mengharapkan penjualan tahunan hanya sekitar 10.000 di Eropa, dan 1.000 di pasar dalam negeri Jepang. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This