PHK Ribuan Karyawan, Segini Penjualan MAN dan Scania di Indonesia

PHK Ribuan Karyawan, Segini Penjualan MAN dan Scania di Indonesia
Ilustrasi, varian truk MAN model terbaru - dok.Istimewa via Trans.INFO

Munich, Motoris – Setelah pada Juni lalu pabrikan truk dan bus asal Swedia – Scania – menyatakan akan memberhentikan (Pemutusan Hubungan Kerja/PHK) 5.000 orang karyawannya, kini giliran produsen truk dan bus asal Munich, Jerman – MAN – yang berniat mem-PHK 9.500 orang pekerjanya. Seperti diketahui, MAN dan Scania merupakan dua perusahaan yang berada di bawah payung grup Traton, yang perusahaan kendaraan berat milik Volkswagen.

Pernyataan resmi MAN yang dilansir Economic Times dan TruckPages UK, Sabtu (12/9/2020) lalu menyebut 9.500 orang yang diberhentikan itu merupakan pekerja di pabrik MAN yang ada di Munich, Jerman dan di Austria. Langkah ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi binis perusahaan yang goyah karena terpaan pandemic Covid-19.

Dengan melakukan efisiensi karyawan, MAN mengaku bakal menghemat anggaran hingga 1,8 miliar euro (atau setara US$ 2,1 miliar) saban tahunnya. Selama semester pertama tahun ini MAN mengalami rugi operasional hingga 423 juta euro, karena pendapatannya nyungsep hingga 26% setelah badai Covid-19 menerpa dunia.

Ilustrasi, Tractor MAN TGX EvoLion 18.500 4×4 – dok.Istimewa via YouTube

Chief Exectuvie MAN Andreas Tostmann mengatakan perusahaan menghadapi tantangan besar karena perubahan teknologi, terutama dengan digitalisasi, otomatisasi, dan penggerak alternatif. “Inilah mengapa kita perlu merestrukturisasi MAN: menjadi lebih inovatif, digital, dan menguntungkan dalam jangka panjang,” kata dia.

Scania menyebut alasan serupa – yakni kondisi bisnis yang tak mencorong akibat terpaan pandemic Covid-19 di berbagai belahan dunia yang berujung lesunya permintaan produk buatannya – untuk melakukan efisiensi. Jumlah karyawan sebanyak 5.000 orang yang di-PHK itu setara dengan 10% dari total karyawan yang dimilikinya.

Kendaraan Scania maupun MAN juga dijajakan di Indonesia. Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juli lalu, MAN di Tanah Air hanya membukukan penjualan ritel sebanyak 10 unit.

Ilustrasi, truk Scania buatan Scania dan Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia – dok.Motoris

Jumlah tersebut terkoleksi pada bulan Januari sebanyak 1 unit, Februari 1 unit, Maret 2 unit, Mei 5 unit, serta Juni 1 unit. Sementara, di bulan-bulan lainnya nihil.

Adapun Scania Indonesia di tujuh bulan pertama itu mencatatkan penjualan sebanyak 113 unit. Jumlah itu berasal dari penjualan sepanjang Januari yang sebanyak 11 unit, Februari 44 unit, Maret 9 unit, April 12 unit, Mei 8 unit, Juni 16 unit, dan Juli sebanyak 13 unit. (Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This