Januari – Agustus 7.400 Fortuner Terjual ke Konsumen, Varian 4×4 Hanya 240 Unit

Januari – Agustus 7.400 Fortuner Terjual ke Konsumen, Varian 4×4 Hanya 240 Unit
Ilustrasi, Toyota Fortuner di Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang Januari hingga Agustus lalu, SUV ladder frame Toyota Fortuner membukukan penjualan ke konsumen (ritel) sebanyak 7.400 unit. Dari jumlah itu, 7.160 unit atau yang terbanyak merupakan varian bersistem penggerak roda 4×2, dan hanya 240 unit yang berpenggerak roda 4×4.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, total penjualan ritel Toyota Fortuner 4×2 selama delapan bulan pertama itu berasal dari penjualan ritel Januari yang sebanyak 1.326 unit, Februari 1.554 unit, Maret 1.130 unit, dan April 400 unit. Kemudian dari penjualan ritel selama bulan Mei yang sebanyak 465 unit, Juni 719 unit, Juli 778 unit, serta Agustus 788 unit.

Sedangkan total penjualan ritel varian berpenggerak roda 4×4 di rentang Januari hingga Agustus itu dibukukan pada Januari sebanyak 28 unit, Februari 72 unit, Maret 45 unit, dan April 31 unit. Selain itu dibukukan pada bulan Mei sebanyak 12 unit, Juni 23 unit, Juli 16 unit, dan Agustus 13 unit.

Ilustrasi, Toyota New Fortuner TRD Sportivo yang sampai saat ini masih dijual di Indonesia – dok.Motoris

Penjualan mobil berpenggerak roda 4×2 di Tanah Air memang jauh lebih banyak dibanding dengan varian yang berpenggerak roda 4×4. Data yang dikompilasi Gaikindo itu juga menunjukkan, di periode delapan bulan hingga Agustus itu, total penjualan ritel kendaraan bermotor roda empat berpenggerak roda 4×2 mencapai 194.179 unit.

Pada saat yang sama, penjualan ritel varian berpenggerak roda 4×4 hanya 2.048 unit. Meski jumlah penjualan mobil 4×2 di delapan bulan pertama tahun ini ambles 48% dibanding periode sama di tahun 2019, yang masih sebanyak 374.158 unit.

Sementara, jumlah penjualan ritel mobil berpenggerak roda 4×4 di Januari – Agustus tahun ini anjlok 27%. Sebab, selama kurun waktu yang sama tahun 2019 lalu, masih laku sebanyak 2.799 unit.

Ilustrasi, tampilan belakang Toyota New Fortuner TRD Sportivo – dok.Motoris



Pajak masih tinggi

Ihwal lebih sedikitnya jumlah penjualan varian 4×4 dibanding dengan varian 4×2, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyebut karena faktor perpajakan. Sebab, mobil besaran pajak – khususnya Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) – mobil 4×4 lebih besar dibanding tarif pajak untuk varian berpenggerak 4×2.

Walhasil, harga jual varian berpenggerak roda 4×4 juga lebih mahal ketimbang varian 4×2. Meski, pentraifan yang ada telah direvisi dan baru akan berlaku tahun depan.

“Ya, jadi wajar saja kalau orang memilih yang berharga lebih murah. Tetapi, kalau penurunan total penjualan ritel, di tahun ini (Januari sampai Agustus) ya memang, market kita sedang turun karena berbagai faktor . Salah satunya dampak wabah Covid-19 teradap perekonomian kita,” ujar Jongkoe saat dihubungi akhir pekan lalu.

Toyota New Fortuner TRD Sportivo – dok.Motoris

Seperti diketahui pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 16 Oktober 2019 lalu. PP yang merupakan pengganti dari PP Nomor 22 Tahun 2014 itu merupakan harmonisasi skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah ( PPnBM) kendaraan bermotor baru.

Dalam PP yang baru tersebut, seperti halnya sedan, mobil berpenggerak 4×4 tidak lagi dikenai tarif PPnBM yang tinggi. Hanya, sesuai dengan ketentuan sistem pemberlakukan peraturan dan perundangan yang baru, PP anyar ini baru berlaku pada 16 Oktober 2021 nanti.

Ilustrasi, Toyota Fortuner yang diproduksi di pabrik TMMIN – dok.Motoris

Sekadar catatan, penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih ke konsumen (ritel) di Tanah Air sepanjang Januari – Agustus kemarin tercatat hanya 364.043 unit. Jumlah ini ambrol 46,4% dibanding penjualan ritel di kurun waktu yang sama tahun 2019.(Ril/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This