Kia Kejar Rencana Produksi Mobil Listrik, Pekerja akan Mogok Tuntut Kepastian

Kia Kejar Rencana Produksi Mobil Listrik, Pekerja akan Mogok Tuntut Kepastian
Ilusttasi, kegiatan di pabrik Kia - dok.AutoGuide.com

Seoul, Motoris – Serikat pekerja Kia Motors Corporation (Kia) mengumumkan rencana pemogokan kerja secara parsial, yakni hanya pada 24 – 27 November mendatang. Langkah itu mereka lakukan sebagai ungkapan untuk mendapatkan kepastian kelangsungan status mereka dan upah yang sepadan.

Seperti dilaporkan Reuters dan The Korean Journal, Kamis (19/11/2020), pengumumkan tersebut disampaikan serikat pekerja Kia di Seoul, Kamis (19/11/2020). “Rencana perusahaan (Kia Motors) untuk memproduksi kendaraan listrik merupakan salah satu masalah pelik dalam kesepakatan upah tahunan,” ujar salah seorang pimpinan serikat pekerja.

Menurut organisasi buruh itu, produksi mobil listrik bakal mengakibatkan terpangkasnya 30% jumlah pekerja. Sebab, mobil bersumber tenaga dari setrum itu membutuhkan suku cadang yang lebih sedikit ketimbang mobil konvensional bermesin pembakaran internal.

Pimpinan serikat mengatakan bahwa Kia menyusun rencana memproduksi mobil listrik yang sebanding dengan sedan K7 di salah satu pabrik di pabrik Hwaseong di Korea Selatan mulai Juli tahun depan. “Ini akan mengakibatkan hilangnya pekerjaan. Karena itu, kami meminta agar perusahaan memberikan jaminan atas masa depan pekerjaan kami. Jika peralihan ke mobil listrik tidak bisa dihindari, kami meminta manajemen untuk memastikan keamanan kerja jangka panjang,” kata pimpinan organisasi itu.

Serikat pekerja Kia Motrs Corporation tengah melakukan aksi unjuk rasa – dok.Yonhapnews

Sebelumnya, pada September lalu, Kia menyatakan pihaknya berencana memproduksi 11 model mobil listrik hingga tahun 2025 nanti. Rencana ini sejalan dengan target pabrikan yang mematok target 25% dari total penjualan globalnya pada tahun 2029 nanti merupakan mobil listrik.

Kebijakan Kia seperti itu merupakan langkah mengikuti tren yang ada di dunia yakni pengurangan emisi karbon yang dilakukan oleh negara-negara di berbagai kawasan. Tetapi, aksi mogok yang bakal digelar serikat pekerja tak hanya mengajukan tuntutan kepastian masa depan status kerja mereka, namun juga kenaikan upah yang mereka ajukan sebelumnya tetapi belum direspon manajemen Kia.

Mereka sebelumnya meminta kenaikan gaji dan bonus sesuai kinerja. “Manajemen Kia ingin membekukan gaji, tetapi mengusulkan bonus dan tunjangan lain jika serikat pekerja tidak mogok,” ujar seorang pejabat Kia Motors. (Fat/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This